- • Kimi Antonelli memenangi Grand Prix Italia 2026 di Sirkuit Monza, Minggu (6/9/2026)
- • Pemuda Italia itu melesat menjadi juara meski start dari posisi ke-19.
- • Kimi terlibat duel sengit dengan rekan setim sekaligus rivalnya, George Russell.
INFORMASI.COM, Jakarta - Balapan Grand Prix Italia 2026 berubah menjadi pertarungan sengit dua pembalap Mercedes. Kimi Antonelli dan George Russell saling menyalip dalam duel yang berlangsung hingga lima lap terakhir sebelum Antonelli keluar sebagai pemenang di Autodromo Nazionale Monza, Minggu, 6 September 2026.
Kemenangan itu terasa semakin dramatis karena Antonelli memulai balapan dari posisi ke-19. Pembalap Italia tersebut harus turun ke belakang akibat penalti terkait unit tenaga. Di sisi lain, Russell mengawali balapan dari baris terdepan.
Namun, posisi start tidak menghentikan laju Antonelli. Dalam 53 lap, ia menyalip satu per satu pembalap di depannya hingga akhirnya berhadapan langsung dengan Russell untuk memperebutkan kemenangan.
Leclerc Kecelakaan, Balapan Diulang
Drama Monza sudah muncul sejak lap-lap awal. Pierre Gasly mengawali balapan dari pole position dan mampu mempertahankan posisi terdepan menuju chicane pertama.
Russell kemudian menyalip Gasly pada lap kedua. Di belakang mereka, Charles Leclerc dan Lewis Hamilton terlibat persaingan ketat. Hamilton sempat melebar ke gravel setelah duel dengan rekan setimnya.
"Charles mendorong saya keluar!" teriak Hamilton melalui radio tim.
Beberapa saat kemudian, balapan berubah drastis. Leclerc kehilangan kendali atas Ferrari ketika keluar dari Curva Alboreto. Mobilnya melintir dan menghantam pembatas.
Race Control langsung mengerahkan Safety Car sebelum mengibarkan bendera merah. Leclerc keluar dari mobil tanpa bantuan dan tidak mengalami cedera serius.
Setelah perbaikan pembatas selesai, para pembalap kembali ke lintasan untuk melakukan standing start. Namun, prosedur start sempat dibatalkan karena Yuki Tsunoda tidak berada di posisi grid yang seharusnya.
Balapan akhirnya kembali dimulai satu lap kemudian.
Antonelli Menggila dari Posisi 19
Russell langsung mengambil alih posisi terdepan setelah start ulang. Max Verstappen naik ke posisi ketiga setelah menyalip Franco Colapinto, sementara Antonelli terus memangkas jarak dengan pembalap di depannya.
Colapinto sempat keluar lintasan di Lesmo 1 dan kehilangan banyak posisi. Situasi tersebut ikut membuka jalan bagi Antonelli.
Pembalap Mercedes itu sudah berada di posisi ketujuh ketika balapan memasuki fase awal. Ia kemudian melewati Lando Norris dalam pertarungan sengit dan terus mengejar Oscar Piastri.
Pada Lap 12, Verstappen menyalip Russell untuk mengambil alih posisi pertama. Piastri juga merebut kembali posisi podium dari Hamilton.
Antonelli tidak berhenti mengejar. Ia menyalip Verstappen pada Lap 16 dan kemudian menuntaskan kebangkitan luar biasanya dengan mengambil posisi terdepan dari Russell pada Lap 18.
Dalam waktu hanya 18 lap, Antonelli mengubah posisi start ke-19 menjadi pimpinan balapan.
Here's the moment Antonelli passed Verstappen for P2 🎥#F1 #ItalianGP pic.twitter.com/5ydfDweMXy
— Formula 1 (@F1) September 6, 2026
Duel Antonelli Vs Russell Makin Panas
Setelah Antonelli mengambil alih posisi pertama, Verstappen mulai menghadapi masalah pada mobilnya. "Mobil benar-benar rusak di bagian belakang," lapor Verstappen melalui radio.
Namun, perhatian kemudian beralih kepada dua mobil Mercedes. Antonelli dan Russell terus bertukar posisi karena perbedaan penggunaan baterai dan karakteristik ban masing-masing.
Antonelli sempat kehilangan posisi di chicane pertama sebelum kembali menyerang di chicane kedua. Pola tersebut berulang beberapa kali.
Mercedes bahkan meminta Antonelli berhenti melakukan aksi saling susul yang terus berulang dan mencoba memperlebar jarak dari Verstappen.
"Kimi, kami akan mencoba menghentikan aksi saling susul. Kami hanya perlu membangun jarak dari Verstappen," kata tim melalui radio.
Antonelli tidak sepenuhnya menerima instruksi tersebut.
"Ya, tentu saja, sementara itu dia menyalip saya. Apakah Anda ingin saya hanya duduk di belakang, atau bagaimana?" jawabnya.
Ketegangan meningkat pada Lap 26. Antonelli melebar ketika memasuki chicane pertama dan empat rodanya sempat masuk gravel.
Russell tetap memimpin, sedangkan Antonelli harus kembali mengejar. Situasi tersebut belum mengubah pertarungan utama karena strategi pit stop kemudian kembali mempertemukan keduanya.
This Mercedes battle is unreal! 🍿#F1 #ItalianGP pic.twitter.com/YD1w2yPKHU
— Formula 1 (@F1) September 6, 2026
Strategi Ban Mengubah Jalannya Balapan
Memasuki pertengahan balapan, Mercedes mengambil keputusan berbeda untuk kedua pembalapnya. Antonelli masuk pit dan menggunakan ban medium baru, sedangkan Russell bertahan di lintasan dengan ban hard yang sudah digunakan.
Verstappen juga masuk pit dan menggunakan ban hard.
Strategi tersebut membuat Russell memiliki keunggulan posisi sementara, tetapi kondisi bannya semakin menurun. Antonelli justru kembali mendapatkan kecepatan setelah menggunakan ban medium baru.
Ia kemudian melewati Gasly dan Norris. Tidak lama berselang, kesalahan Hamilton di chicane pertama membuat Antonelli kembali mendapatkan satu posisi.
Russell mendapat informasi bahwa Antonelli mencatat waktu lap yang cepat.
"Kimi 25,0," kata tim kepada Russell melalui radio.
Russell menjawab tegas, "Biarkan saya mengemudi. Saya melaju secepat yang saya bisa."
Satu lap kemudian, Antonelli menyalip Piastri untuk merebut posisi kedua. Jaraknya dengan Russell terus menyusut.
Russell Terancam Penalti, Antonelli Terus Mengejar
Dengan 15 lap tersisa, Russell mulai bertanya kepada tim apakah kecepatannya masih cukup untuk mempertahankan posisi pertama.
"Apakah waktu lap saya cukup bagus saat ini?" tanya Russell.
Tim Mercedes kemudian memberinya kabar bahwa Antonelli diprediksi mampu mengejarnya menjelang akhir balapan.
"Perkiraan Kimi akan menyusulmu tepat di akhir balapan," jawab tim.
Persaingan semakin menegangkan karena Russell juga sempat diperiksa steward terkait dugaan pelanggaran bendera kuning. Jika mendapat penalti, hasil duel Mercedes itu bisa berubah.
Namun, steward akhirnya menyatakan tidak ada tindakan lebih lanjut. Russell dan Antonelli pun harus menentukan sendiri pemenang di lintasan.
Masalah berikutnya datang dari ban Russell.
"Ban mulai bekerja," ujar Russell ketika balapan memasuki 10 lap terakhir.
Tim Mercedes kemudian mengingatkannya, "Jangan ambil risiko. Bawa saja mobil sampai finis."
Antonelli terus mendekat.
Baca Juga
Kimi Antonelli Jadi Fenomena F1 2026, Para Pakar Prediksi Gelar Juara Dunia Ada di Tangannya
Olahraga
Antonelli Gagal Sekali, Berhasil di Percobaan Kedua
Lima lap sebelum finis, Antonelli sudah berada tepat di belakang Russell. Ia mencoba menyerang pada Lap 49 di chicane pertama.
Namun, serangan itu belum berhasil. Antonelli melebar saat keluar tikungan dan empat rodanya kembali masuk gravel.
Posisinya sempat menjauh dari Russell.
Pembalap berusia muda itu tidak menyerah. Antonelli kembali mengejar Russell dan mendapatkan kesempatan kedua pada Lap 50.
Kali ini serangannya berhasil.
Antonelli melakukan manuver di antara Lesmo 2 dan chicane Ascari. Russell tidak mampu mempertahankan posisi pertama dan Antonelli langsung menjauh setelah melewati rekan setimnya.
Duel yang berlangsung sepanjang paruh kedua balapan akhirnya berakhir.
Antonelli melintasi garis finis sebagai pemenang Grand Prix Italia dengan keunggulan sekitar empat detik atas Russell.
Max Verstappen menyusul di posisi ketiga setelah menjalani balapan dengan sejumlah manuver agresif untuk mempertahankan tempat di podium.
Anak Italia Menang di Monza
Lando Norris finis keempat setelah mengalahkan Oscar Piastri dalam pertarungan internal McLaren. Lewis Hamilton menjadi pembalap Ferrari terbaik di posisi keenam setelah Leclerc lebih dulu tersingkir.
Gasly, yang memulai balapan dari pole position, harus puas di posisi ketujuh. Arvid Lindblad, Franco Colapinto, dan Yuki Tsunoda melengkapi 10 besar.
Sementara itu, Fernando Alonso dan Lance Stroll sama-sama gagal mencapai finis. Alonso masuk pit karena dugaan kerusakan mobil, sedangkan Stroll berhenti akibat masalah hidrolik.
Di depan ribuan pendukungnya di Monza, Antonelli akhirnya mendapatkan kemenangan yang menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam musim 2026.
"Tak bisa dipercaya! Saya sangat bahagia," kata Antonelli setelah finis.
"Saya tidak pernah membayangkan bisa berada di sini hari ini, tetapi kami berhasil melakukannya. Ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Hari yang luar biasa," ujarnya.
Antonelli juga menyampaikan terima kasih kepada Mercedes, keluarga, dan orang-orang yang mendukungnya.
"Saya tidak bisa melakukannya tanpa tim, keluarga, dan semua orang yang mendukung saya. Masih ada beberapa balapan lagi, jadi kami akan tetap fokus, tetapi sekarang kami akan menikmati hari ini," katanya.
Dari posisi ke-19 hingga podium tertinggi di Monza, Antonelli menutup balapan kandangnya dengan kemenangan. Namun, kemenangan itu tidak datang dengan mudah. Ia harus melewati kecelakaan Leclerc, restart, puluhan aksi salip-menyalip, duel internal dengan Russell, strategi ban yang berbeda, hingga kegagalan menyerang pada percobaan pertama sebelum akhirnya menjadi pembalap pertama yang melewati garis finis.
✨ S P E C I A L ✨#F1 #ItalianGP pic.twitter.com/H4VeK6adb2
— Formula 1 (@F1) September 6, 2026