- • Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, memberikan pembelaan tegas dan pasang badan untuk bek muda Kakang Rudianto yang menuai kritik dari suporter usai laga kontra Dewa United.
- • Juru taktik asal Kroasia tersebut meminta publik mengalihkan sasaran kritik kepada dirinya karena penentuan pemain murni merupakan tanggung jawab pelatih.
- • Tolic mengingatkan bahwa tekanan verbal berlebih tidak baik untuk perkembangan pemain muda, terlebih di tengah situasi jadwal kompetisi yang sangat padat dan menguras tenaga.
INFORMASI.COM, Jakarta - Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, memberikan pembelaan tegas kepada bek muda Kakang Rudianto. Pemain bertahan tersebut menuai kritik tajam dari publik Stadion Si Jalak Harupat usai melakoni laga pekan keempat BRI Super League 2026/27 kontra Dewa United Banten FC pada Minggu (11/10) malam.
Pada laga yang berkesudahan dengan skor imbang 2-2 tersebut, Tolic tetap mempercayakan Kakang untuk tampil secara penuh selama 90 menit, meskipun performa sang bek dinilai kurang memuaskan oleh sebagian Bobotoh. Menanggapi gelombang kritik itu, Tolic secara terbuka meminta suporter untuk mengalihkan sasaran kekecewaan kepada dirinya ketimbang menyerang individu pemain di atas lapangan hijau.
"Akan selalu ada yang mengkritik, saya sudah mengatakan bahwa jika seseorang harus dikritik, itu seharusnya saya, bukan para pemain, karena saya menempatkan para pemain, saya menempatkan para pemain di lapangan," kata Igor Tolic pasang badan.
Pelatih berkebangsaan Kroasia tersebut menekankan tingginya beban kompetisi yang tengah dihadapi skuadnya saat ini. Skuad Maung Bandung harus membagi fokus dan energi mulai dari agenda domestik hingga dua kompetisi antarklub Asia, yakni AFC Champions League Two dan ASEAN Club Championship.
"Jadi, ini bukan masalah lelah atau tidak lelah. Jadwalnya memang seperti ini. Para pemain di ruang ganti, mereka ingin tampil dengan baik. Itu tidak mudah. Bayangkan setiap tiga hari Anda bermain melawan (tim selevel) Persija atau Dewa United," tutur pelatih berusia 48 tahun tersebut.
Baca Juga
The Jakmania Cikampek Diserang Oleh Sekelompok Oknum, Salah Satu Perempuan Terluka
Olahraga
Lebih lanjut, Tolic menyayangkan sasaran kritik yang ditujukan langsung kepada Kakang secara personal. Ia menilai situasi ini bisa menimpa siapa saja di dalam tim jika publik tidak menyikapinya secara bijak. Tolic mempersilakan suporter untuk mengkritik masalah taktik atau rotasi pelatih, namun menyebut serangan kepada Kakang sebagai sesuatu yang ironis dan tidak normal. Menurutnya, hari ini giliran Kakang, tetapi besok bisa jadi Marc Klok atau Peralta yang mengalami nasib serupa.
Meski demikian, Tolic mengaku mengerti hak penonton yang telah membeli tiket untuk bersuara dan berteriak di dalam stadion. Namun, ia kembali mengingatkan bahwa tekanan verbal berlebih sama sekali tidak membawa dampak positif bagi perkembangan mental sang pemain.
"Jadi, kita hanya perlu tetap bersama, dan sebagian besar, 99,9 persen penggemar bersama kita. Siapa yang ingin berteriak sesuatu, biarkan dia berteriak sesuatu. Dia membayar tiketnya, dia bisa mengatakan apa yang dia inginkan. Tapi itu tidak baik untuk Kakang, ya?" bebernya menutup pernyataan.
Baca Juga
Salah Sangka! Video Viral Diduga Pelaku Penyerangan Terhadap Tim EPA Persib Ternyata Beda Kejadian
Olahraga