China Pamer Robot Penjaga Unitree H2-X yang Bisa Kungfu, Mobil pun Bisa Dihantam

China Pamer Robot Penjaga Unitree H2-X yang Bisa Kungfu, Mobil pun Bisa Dihantam
Robot China Unitree H2-X yang bisa lakukan gerakan kungfu. Sumber: Unitree Robotics

Traktir Redaksi

Suka dengan artikel ini? Dukung jurnalisme Informasi.com dengan scan QRIS di bawah melalui m-banking atau e-wallet.

QRIS Media Informasi Dunia Simpan QRIS
Ikhtisar
  • • Unitree Robotics memperkenalkan robot humanoid H2-X melalui video promosi bertajuk Kung Fu Legend: Guardian.
  • • Robot tersebut diperlihatkan melakukan gerakan bela diri, melompat dari ketinggian, hingga membantu penyelamatan dalam sejumlah adegan simulasi.
  • • Unitree mengklaim robot dapat berdiri hingga sekitar delapan jam, tetapi detail teknis dan kemampuan operasionalnya masih terbatas.

INFORMASI.COM, Jakarta – Perusahaan robotika asal China, Unitree Robotics, memperkenalkan robot humanoid H2-X yang diperlihatkan memiliki kemampuan bela diri dan dirancang dengan konsep robot penjaga. Robot tersebut menjadi sorotan setelah perusahaan merilis video promosi bertajuk Kung Fu Legend: Guardian pada 21 Oktober 2026.

Dalam video berdurasi sekitar satu menit itu, H2-X memperlihatkan serangkaian gerakan fisik yang menyerupai adegan film aksi. Robot tampak melakukan pukulan dan tendangan ke arah mobil, melompat dari sebuah platform, serta melakukan gerakan salto sebelum mendarat dengan kedua kaki.

Demonstrasi tersebut kemudian berlanjut pada sejumlah adegan yang menggambarkan fungsi robot sebagai pelindung manusia. H2-X diperlihatkan berdiri di antara seseorang dan pria yang membawa pisau, membantu mengangkat bagian depan mobil untuk membebaskan orang yang terjebak, serta mendorong seseorang menjauh dari kendaraan yang melaju.

Video tersebut memperlihatkan bagaimana Unitree mencoba menggambarkan potensi robot humanoid untuk menjalankan tugas yang membutuhkan kekuatan fisik dan keseimbangan. Namun, adegan itu merupakan demonstrasi promosi dan belum membuktikan bahwa seluruh tindakan dapat dilakukan secara mandiri dalam situasi nyata.

Thumbnail NASA Kirim Otak Mini dan Jaringan Jantung ke Luar Angkasa, Buat Apa?
i

Baca Juga

NASA Kirim Otak Mini dan Jaringan Jantung ke Luar Angkasa, Buat Apa?

Teknologi

H2-X Tampilkan Gerakan Kungfu dan Aksi Akrobatik

Salah satu bagian yang menarik perhatian dalam video promosi H2-X adalah kemampuannya melakukan gerakan akrobatik. Robot tersebut diperlihatkan melompat dari platform yang disebut memiliki ketinggian sekitar empat meter, kemudian mendarat dengan posisi berdiri.

Selain itu, H2-X menunjukkan gerakan pukulan, tendangan, dan serangan menggunakan lutut maupun siku. Dalam salah satu adegan, robot bahkan tampak menghantam bagian kendaraan dengan kekuatan yang cukup besar hingga menimbulkan kerusakan pada bodi mobil.

Gerakan tersebut menonjolkan kemampuan mekanis dan keseimbangan robot humanoid. Untuk robot yang berjalan menggunakan dua kaki, menjaga kestabilan tubuh ketika melompat, berputar, atau mendarat merupakan tantangan teknis tersendiri.

Meski demikian, gerakan yang terlihat dalam video belum cukup untuk memastikan bagaimana robot akan merespons kondisi yang tidak direncanakan. Kemampuan melakukan rangkaian gerakan dalam demonstrasi berbeda dengan kemampuan mengenali ancaman, mengambil keputusan, dan bertindak secara aman dalam situasi yang berubah-ubah.

Diklaim Bisa Menjadi Robot Penjaga

Melalui konsep Kung Fu Legend: Guardian, Unitree menggambarkan H2-X sebagai robot yang berpotensi membantu melindungi manusia dalam situasi berbahaya.

Salah satu adegan memperlihatkan robot berdiri di antara seorang perempuan dan sosok yang membawa pisau. Dalam adegan lainnya, robot ditampilkan membantu penyelamatan seseorang yang terjebak di bawah mobil dengan mengangkat bagian depan kendaraan tersebut.

H2-X juga diperlihatkan mendorong seseorang menjauh dari jalur kendaraan yang sedang bergerak. Rangkaian adegan itu dirancang untuk menggambarkan fungsi perlindungan dan penyelamatan yang mungkin dikembangkan pada robot humanoid.

Namun, Unitree belum mengungkapkan secara terperinci apakah gerakan dalam video dilakukan secara otonom, dikendalikan dari jarak jauh, atau mengikuti rangkaian gerakan yang telah diprogram sebelumnya. Belum ada pula hasil pengujian independen yang membuktikan kemampuan H2-X mengenali ancaman nyata dan menentukan respons yang tepat.

Baterai Diklaim Mampu Bertahan hingga Delapan Jam

Selain kemampuan fisik, daya tahan baterai menjadi salah satu informasi yang disorot dalam pengenalan H2-X. Unitree menyebut robot tersebut mampu bertahan hingga sekitar delapan jam dalam kondisi berdiri.

Angka tersebut belum dapat diartikan sebagai durasi delapan jam untuk melakukan aktivitas berat secara terus-menerus. Konsumsi daya dapat berbeda bergantung pada jenis gerakan, beban yang ditangani, kondisi lingkungan, serta intensitas penggunaan.

Unitree juga belum memublikasikan seluruh spesifikasi teknis H2-X, termasuk harga dan jadwal ketersediaannya di pasar. Dengan informasi yang masih terbatas, belum dapat dipastikan kapan robot tersebut akan tersedia untuk penggunaan komersial atau apakah akan dipasarkan sebagai robot penjaga pribadi.

Sebagai pembanding, H2-X dikaitkan dengan platform humanoid H2 milik Unitree. Model H2 memiliki tinggi sekitar 1,8 meter dan bobot sekitar 70 kilogram. Namun, informasi mengenai kesamaan spesifikasi dan perbedaan teknis antara H2-X dan H2 belum dijelaskan secara lengkap oleh perusahaan.

Robot Humanoid Kian Dikembangkan untuk Beragam Tugas

Pengembangan H2-X menunjukkan bagaimana perusahaan robotika mulai memperlihatkan kemungkinan penggunaan robot humanoid di luar kegiatan demonstrasi, seperti menari atau melakukan gerakan akrobatik. Dalam video terbarunya, Unitree menggabungkan kemampuan fisik robot dengan skenario perlindungan dan penyelamatan manusia.

Meski demikian, penerapan robot humanoid untuk pekerjaan berisiko masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari pengenalan lingkungan, pengambilan keputusan, keselamatan manusia, hingga keandalan sistem ketika menghadapi situasi yang tidak terduga.

Robot yang mampu melakukan gerakan bela diri belum tentu dapat bertindak sebagai penjaga secara mandiri. Penggunaan di dunia nyata memerlukan pengujian lebih lanjut untuk memastikan robot mampu membedakan ancaman, menghindari tindakan yang membahayakan orang lain, dan beroperasi sesuai standar keselamatan.

Thumbnail Ariana Grande Kepo Kata Kokopan yang Trending di Medsos Usai Viral Pidato Prabowo
i

Baca Juga

Ariana Grande Kepo Kata Kokopan yang Trending di Medsos Usai Viral Pidato Prabowo

Hiburan

BAGIKAN
Add preferred source on Google
Anda harus login untuk memberikan komentar.