- • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan dirinya tidak pernah mengkritik program MBG karena merupakan bagian dari pilar ekonomi Sumitronomics.
- • MBG dipandang sebagai instrumen penting pemerataan ekonomi untuk mencapai target pertumbuhan 8%.
- • Purbaya menilai meskipun efektifitas masih bisa ditingkatkan, program ini tetap layak didukung secara kebijakan.
INFORMASI.COM, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG) meskipun pelaksanaannya kerap menjadi sorotan publik dan politisi beberapa waktu terakhir.
Purbaya menyampaikan bahwa program MBG merupakan bagian dari konsep Sumitronomics, sehingga ia memilih mendukung daripada mengkritik secara terbuka.
“ Ini kan salah satu pilar dari Sumitronomics. Stabilitas yang bagus, terus pemerataan. ”
— Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan, di Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Baca Juga
803 Warga Grobogan Diduga Keracunan MBG, Menunya Nasi Kuning
Nasional
Sumitronomics adalah gagasan ekonomi yang digagas oleh ekonom Indonesia Sumitro Djojohadikusumo, yang kemudian diadopsi dalam kebijakan pemerintah Presiden Prabowo Subianto.
Konsep ini menekankan peran negara sebagai motor pembangunan dengan tiga pilar utama yakni pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pemerataan manfaat pembangunan, dan stabilitas nasional yang dinamis.
Purbaya menyatakan bahwa dari ketiga pilar itu, MBG dipandang sebagai bagian penting dari pilar pemerataan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata di seluruh lapisan masyarakat.
“ Mungkin masyarakat belum mengerti, kenapa MBG? Itu salah satu pilar dari Sumitronomics. Pemerataan. Jadi saya enggak pernah kritik program itu. ”
— Purbaya menerangkan.
Baca Juga
Prabowo Minta MBG Harus Nol Kasus dan Makin Merata pada 2026
Nasional
Menurut Menkeu, meskipun program ini menghadapi tantangan dalam implementasinya, termasuk kritik publik mengenai efektivitas dan teknis pelaksanaan, pendekatannya adalah memperbaiki pelaksanaan dan tata kelola, bukan menghentikan atau mengkritik program secara keseluruhan.
Pernyataan Purbaya ini juga sejalan dengan target pemerintah yang menempatkan MBG sebagai instrumen pemerataan ekonomi dalam rangka mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sebuah tujuan yang ia nilai tak terpisahkan dari konsep Sumitronomics.
Meski demikian, beberapa kritik terhadap MBG memang pernah mencuat, terutama terkait kasus keracunan makanan dan kendala teknis dalam distribusi makanan siap saji. Namun, Purbaya memilih menekankan bahwa pemerintah perlu memperbaiki implementasi program daripada menghapuskan atau menolak MBG.
Dalam pernyataannya, Purbaya juga menegaskan bahwa MBG bukan hanya program sosial biasa, tetapi menjadi alat pemerataan ekonomi yang dijadikan bagian dari strategi pembangunan nasional.
“ Menurut saya bagus program itu, malah kalau bisa implementasinya diperbaiki. Itu saja. ”
— Menkeu menegaskan.
Baca Juga
Prabowo: Kata Ahli di AS Program MBG Investasi Terbaik
Video