- • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kerap menjadi perbincangan dan idola Generasi Z karena gaya komunikasinya.
- • Purbaya mengaku tidak pernah merencanakan popularitasnya di media sosial.
- • Purbaya mengaku bulan pertama menjabat penuh tantangan, namun tetap dalam kendali.
INFORMASI.COM, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menjadi sorotan publik dan media sosial. Gaya komunikasinya yang dinilai lugas dan nyeleneh membuat namanya kerap menjadi perbincangan, bahkan menjadikannya figur yang digemari kalangan Generasi Z.
Menanggapi fenomena tersebut, Purbaya mengaku tidak pernah merencanakan popularitasnya di media sosial.
“ Saya juga bingung kenapa bisa jadi trending topic. ”
— Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan, saat jadi pembicara dalam acara “Semangat Awal Tahun 2026” di Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa sebagai Menteri Keuangan, fokus utamanya adalah mengerjakan apa yang dapat dilakukan untuk memperbaiki perekonomian nasional. Ia mengakui gaya bicaranya yang ceplas-ceplos kerap menarik perhatian, namun hal tersebut tidak mengubah orientasi kerjanya.
Baca Juga
Mengapa Purbaya Tak Pernah Kritik MBG? Ini Alasannya
Ekonomi
Pengakuan serupa ia sampaikan ketika membahas pengalamannya di awal masa jabatan. Menurut Purbaya, bulan pertama menjabat sebagai bendahara negara diwarnai tantangan besar, tetapi masih dapat dikendalikan.
“ Kesannya menarik. Penuh tantangan, tapi pasti bisa kami kendalikan. ”
— Purbaya saat ditemui usai kegiatan “Prasasti Luncheon Talk” di Jakarta, Rabu (8/10/2025).
Purbaya juga berseloroh bahwa beban tanggung jawab yang diembannya membuat dirinya merasa seolah telah menjabat sebagai Menteri Keuangan selama satu tahun penuh. Ia bahkan menyebut intensitas pertemuannya dengan wartawan meningkat signifikan sejak menduduki posisi strategis tersebut.
Purbaya Yudhi Sadewa resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan pada 8 September 2025, menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Serah terima jabatan dilaksanakan keesokan harinya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta. Dalam kurun waktu satu bulan pertama, ia langsung mengambil sejumlah langkah kebijakan yang dinilai signifikan.
Langkah Awal Kebijakan Purbaya Yudhi Sadewa:
- •Pemindahan dana pemerintah dari Bank Indonesia ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) senilai Rp200 triliun.
- •Kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan likuiditas perbankan.
- •Menekan biaya dana (cost of fund).
- •Mendorong pertumbuhan kredit, konsumsi, dan investasi.
- •Menghasilkan efek berganda (multiplier effect) bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga
Purbaya Ungkap 40 Perusahaan Baja China dan Indonesia Diduga Tak Bayar Pajak
Ekonomi
Selain menempatkan dana pemerintah di Himbara, Purbaya juga mengungkapkan rencananya untuk memperluas penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) APBN ke bank pembangunan daerah (BPD). Langkah ini ditujukan untuk memperkuat peran perbankan daerah dalam mendukung pembiayaan pembangunan dan aktivitas ekonomi regional.
Kebijakan-kebijakan tersebut menjadi penanda awal pendekatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan, yang mengombinasikan komunikasi terbuka dengan langkah fiskal strategis di sektor keuangan dan perbankan nasional.