- • Saat IHSG melemah tajam hingga memicu trading halt pada 28 Januari 2026, konglomerat Prajogo Pangestu kembali mengakumulasi saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) senilai puluhan miliar rupiah.
- • Total pembelian hari itu mencapai 7 juta lembar saham CUAN dengan dana sekitar Rp10,86 miliar, menambah kepemilikan mayoritas di perusahaan tersebut.
- • Aksi akumulasi ini merupakan bagian dari rangkaian transaksi sebelumnya di Januari 2026 dan diikuti oleh rebound harga saham CUAN setelah tekanan pasar.
INFORMASI.COM, Jakarta - Konglomerat Indonesia Prajogo Pangestu melakukan pembelian besar saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) pada 28 Januari 2026. Padahal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam hingga turun hampir 8 persen dan sempat memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt).
Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Prajogo Pangestu membeli 7 juta lembar saham CUAN dalam 12 kali transaksi sepanjang hari tersebut dengan harga per lembar berkisar antara Rp1.525 hingga Rp1.580.
“ Tujuan transaksi adalah untuk investasi pribadi dengan status kepemilikan saham secara langsung. ”
— Pernyataan pihak Prajogo dalam dalam keterbukaan informasi kepada BEI.
Perhitungan berdasarkan harga rata-rata tersebut menunjukkan bahwa dana yang digelontorkan Prajogo Pangestu mencapai sekitar Rp10,8 miliar untuk pembelian saham CUAN tersebut.
Dengan tambahan pembelian itu, kepemilikan saham Prajogo Pangestu di CUAN meningkat menjadi 94.530.650.000 lembar saham atau sekitar 84,0878 persen dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh, dibandingkan posisi sebelumnya 94.523.650.000 lembar atau 84,0816 persen.
Baca Juga
IHSG Tertekan Lagi usai Goldman Sachs Turunkan Rating Saham RI Jadi Underweight
Ekonomi
IHSG Tertekan
Tekanan pada pasar saham terjadi pada 28 Januari 2026 ketika IHSG turun tajam dan sempat memicu trading halt sesuai mekanisme bursa untuk menahan volatilitas.
Menurut data perdagangan, CUAN merupakan salah satu saham yang mengalami tekanan harga seiring penurunan IHSG. Hingga sesi siang pada 28 Januari 2026, saham CUAN tercatat melemah, dan saham-saham lain terkait Grup Barito milik Prajogo juga menunjukkan pelemahan.
Aksi pembelian oleh Prajogo Pangestu dilakukan ketika IHSG masih berada di bawah tekanan tersebut.
Prajogo Pangestu bukan pertama kali melakukan akumulasi saham CUAN pada awal 2026. Data sebelumnya menunjukkan dia melakukan pembelian saham CUAN secara bertahap.
Pada 15 Januari 2026 dan 23 Januari 2026, Prajogo memborong total 6 juta lembar saham CUAN senilai sekitar Rp10,89 miliar di tengah tren pelemahan harga sejak awal tahun.
Baca Juga
IHSG Sempat Turun 8 Persen, IHSG Alami Trading Halt pada Kamis, 2 Hari Berturut
Ekonomi
Reaksi pasar terhadap pembelian besar tersebut menunjukkan pergerakan positif pada harga saham CUAN pada perdagangan berikutnya. Saham CUAN menguat 2,88 persen menjadi sekitar Rp1.605 per lembar pada penutupan sesi pertama pada 29 Januari 2026.
Pergerakan itu membuat CUAN menjadi satu-satunya saham yang terkait dengan Prajogo Pangestu yang mampu ditutup menguat pada sesi I perdagangan Kamis (29/1), sementara saham lain terkait Grup Barito menunjukkan tekanan kuat akibat koreksi IHSG.
Harga saham CUAN juga sempat bergerak di luar batas penurunan otomatis (auto-reject bawah) setelah tekanan pasar, dengan kisaran harga terendah di Rp1.340 dan tertinggi di Rp1.790 dalam ruang perdagangan yang sama.