Mengapa Para Petinggi OJK Mundur? Tanggung Jawab usai IHSG Anjlok dan Trading Halt?

Mengapa Para Petinggi OJK Mundur? Tanggung Jawab usai IHSG Anjlok dan Trading Halt?
Ilustrasi dibuat menggunakan Chatgpt
Ikhtisar
  • Empat petinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk Ketua Dewan Komisioner, mengundurkan diri.
  • Pengunduran diri para petinggi dilakukan usai IHGS sempat anjlok parah pada Rabu dan Kamis, 28-29 Januari 2026.
  • Para petinggi OJK yang mundur mengklaim pengunduran diri dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab moral di tengah gejolak pasar modal nasional.

INFORMASI.COM, Jakarta - Sejumlah pejabat tinggi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendadak mengajukan pengunduran diri dari jabatannya, Jumat (30/1/2026).

Pejabat yang mundur mencakup Mahendra Siregar, Ketua Dewan Komisioner OJK;  Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon; I.B. Aditya Jayaantara, Deputi Komisioner Pengawas Emiten dan Transaksi Efek; Mirza Adityaswara, Wakil Ketua Dewan Komisioner.

Pengunduran diri itu disampaikan secara resmi sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan, sebagaimana diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Surat permohonan pengunduran diri dari para pejabat tersebut telah diterima oleh pemerintah melalui Sekretariat Negara dan sedang dalam proses sesuai mekanisme yang berlaku.

OJK menegaskan bahwa proses pengunduran diri ini tidak mempengaruhi pelaksanaan tugas, fungsi, dan kewenangan OJK dalam mengatur, mengawasi, serta menjaga stabilitas sektor jasa keuangan secara nasional.

— Kutipan pernyataan OJK yang dirilis Jumat (30/1/2026).

Pengunduran diri pejabat tinggi OJK itu terjadi di hari yang persis sama dengan pengunduran diri Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman.

Thumbnail Dirut BEI Iman Rachman Mundur Usai IHSG Jeblok dan 2 Kali Trading Halt
i

Baca Juga

Dirut BEI Iman Rachman Mundur Usai IHSG Jeblok dan 2 Kali Trading Halt

Ekonomi

IHSG Anjlok dan Ancaman MSCI

Sebelum pengumuman pengunduran diri, pasar modal Indonesia mengalami tekanan hebat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam dua hari berturut-turut pada Rabu dan Kamis, 28-29 Januari 2026. Anjloknya IHSG didinyalir dipicu kekhawatiran investor terhadap pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI).

MSCI, pada Selasa (27/1/20260 WIB, secara resmi menerapkan pembekuan sementara (interim freeze) terhadap sejumlah perubahan indeks yang berkaitan dengan saham Indonesia. Pembekuan sementara dilakukan termasuk kenaikan Foreign Inclusion Factor dan penambahan saham baru ke dalam indeks global, sambil memberi waktu bagi otoritas pasar untuk memperbaiki transparansi data free float menjelang Mei 2026.

MSCI mengumumkan bahwa mereka akan membekukan secara sementara semua kenaikan Foreign Inclusion Factors (FIF) dan jumlah saham (Number of Shares/NOS) untuk sekuritas Indonesia. Selain itu, MSCI juga menegaskan tidak akan menerapkan penambahan saham baru ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI).

Langkah pembekuan mencakup penangguhan upward migration atau perpindahan segmen ukuran saham, termasuk potensi perubahan dari Small Cap ke Standard Cap, dalam indeks global tersebut.

MSCI menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil untuk meredam risiko index turnover dan isu kelayakan investasi (investability risks).

MSCI menetapkan batas waktu hingga Mei 2026 bagi pihak berwenang di Indonesia untuk menunjukkan perbaikan data transparansi yang signifikan.

Apabila perbaikan data tersebut tidak terwujud sesuai harapan, MSCI menyatakan akan melakukan evaluasi ulang terhadap status akses pasar (market accessibility and classification) pasar modal Indonesia. Hasil evaluasi ini mencakup kemungkinan pengurangan bobot saham Indonesia pada indeks Emerging Markets dan potensi reklasifikasi pasar Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market.

Thumbnail MSCI Bekukan Sementara Perubahan Indeks Saham Indonesia, Pasar Diminta Perbaiki Data Free Float
i

Baca Juga

MSCI Bekukan Sementara Perubahan Indeks Saham Indonesia, Pasar Diminta Perbaiki Data Free Float

Ekonomi

Banyak analis menyebut kejadian ini sebagai gejolak yang berujung pada hilangnya kepercayaan investor, bukan hanya domestik tetapi juga internasional. Tekanan tersebut dianggap sebagai salah satu faktor latar belakang mengapa para petinggi OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil keputusan mundur dari jabatan mereka.

Dampaknya, IHSG 'terbakar'. Saham-saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia merah. Setidaknya, IHSG anjlok selama dua berturut-turut hingga menyebabkan dua kali penghentian perdagangan sementara (trading halt).

Pada Rabu (28/1), IHSG anjlok hingga hampir 8 persen di sesi perdagangan pertama yang membuat BEI menerapkan trading halt sekitar pukul 13.30 WIB. Di hari itu, IHSG pun ditutup di level 8.320, turun 659,67 poin atau 7,35 persen dari sebelumnya.

Trading halt kemudian dilakukan lagi pada Kamis (29/1) sekitar 30 menit setelah perdagangan dibuka pagi hari. Trading halt diberlakukan karena IHSG merosot tajam hingga 8 persen sekitar pukul 9.30 WIB. Bahkan, IHSG sempat anjlok ke level 7.481 pada siang hari. Akhirnya, IHSG pada Kamis ditutup di level 8.232, turun 88,35 poin atau minus 1,06 persen.

Untungnya, IHSG bisa rebound lagi Jumat. IHSG dibuka hijau di level 8.308 dan ditutup di level 8.329 pada sore hari, menguat 97,40 poin atau naik 1,18 persen.

Di tengah hijaunya lagi IHSG itu, justru para pejabat BEI dan OJK mundur ramai-ramai dari jabatannya.

Thumbnail IHSG Tertekan Lagi usai Goldman Sachs Turunkan Rating Saham RI Jadi Underweight
i

Baca Juga

IHSG Tertekan Lagi usai Goldman Sachs Turunkan Rating Saham RI Jadi Underweight

Ekonomi

Tanggung Jawab Moral Para Petinggi

Dalam pernyataannya, OJK menyatakan bahwa pengunduran diri para pejabat tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk mendukung terciptanya langkah pemulihan di pasar modal dan sektor jasa keuangan nasional.

Mahendra Siregar menyatakan bahwa pengunduran dirinya bersama KE PMDK dan DKTK merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk mendukung terciptanya langkah pemulihan yang diperlukan.

— OJK menyatakan.

OJK juga menegaskan bahwa proses mundur ini tidak akan memengaruhi pelaksanaan tugas, fungsi, dan kewenangan institusi dalam mengatur dan mengawasi sektor jasa keuangan secara nasional.

Thumbnail Saat IHSG Anjlok dan Trading Halt, Prajogo Pangestu Borong Jutaan Saham CUAN
i

Baca Juga

Saat IHSG Anjlok dan Trading Halt, Prajogo Pangestu Borong Jutaan Saham CUAN

Ekonomi

Friderica Widyasari Jadi Ketua Sementara OJK 

Setelah pengunduran diri resmi diterima, tugas-tugas pimpinan OJK kemudian dilanjutkan oleh pejabat sementara yang ditunjuk melalui mekanisme internal lembaga.

Usai mundurnya para petinggi, OJK kemudian menunjuk Friderica Widyasari Dewi sebagai pejabat pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK. Kiki, sapaan Friderica, sebelumnya merupakan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK.

Selain Kiki, OJK juga menunjuk Hasan Fawzi sebagai Pejabat Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon. Sebelumnya, Hasan Fawzi menjabat Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto.

Penunjukan Anggota Dewan Komisioner Pengganti ini sesuai mekanisme dalam Peraturan Dewan Komisioner OJK dan bagian dari mekanisme kelembagaan OJK untuk menjaga stabilitas organisasi menjalankan fungsi dan tugasnya.

— Keterangan OJK yang dikutip Sabtu (31/1/2026).

OJK menegaskan akan melakukan penajaman terhadap seluruh kebijakan, program kerja dan agenda strategis OJK untuk merespons berbagai perkembangan yang terjadi di sektor keuangan.  

Thumbnail Menkeu Purbaya: Trading Halt IHSG Efek Kejut Sementara, Optimis 10.000, Enggak Usah Takut
i

Baca Juga

Menkeu Purbaya: Trading Halt IHSG Efek Kejut Sementara, Optimis 10.000, Enggak Usah Takut

Ekonomi

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.