- • Dokumen baru terkait Jeffrey Epstein mengungkap hubungan investasi dengan sejumlah startup kendaraan listrik di Silicon Valley.
- • Pebisnis David Stern disebut menjalin hubungan panjang dengan Epstein dan menawarkan peluang investasi pada Faraday Future, Lucid Motors, dan Canoo.
- • Meski terlibat dalam diskusi investasi, Epstein tidak tercatat menanamkan dana pada perusahaan-perusahaan tersebut.
INFORMASI.COM, Jakarta - Rilis dokumen baru oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat terkait pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein membuka informasi mengenai jaringan hubungan bisnis di sektor teknologi, khususnya industri kendaraan listrik di Silicon Valley.
Laporan tersebut ditelusuri oleh jurnalis media teknologi TechCrunch, Sean O’Kane, yang menemukan keterlibatan seorang pengusaha bernama David Stern dalam sejumlah upaya investasi bersama Epstein. Stern disebut menawarkan peluang pendanaan pada beberapa perusahaan kendaraan listrik, termasuk Faraday Future, Lucid Motors, dan Canoo.
Pembahasan mengenai temuan tersebut disampaikan dalam episode terbaru podcast Equity, yang menghadirkan diskusi antara Sean O’Kane, Kirsten Korosec, dan Anthony Ha.
Sean menjelaskan latar belakang penelusurannya terhadap dokumen tersebut.
“ Selalu ada orang-orang di pinggiran yang tidak selalu ingin berada di depan dalam dunia investasi. Itu sebabnya saya mulai menelusuri berkas-berkas ini, sebagian karena sekitar 10 tahun lalu ada banyak investasi China di sektor ini. ”
— Sean O’Kane berkata dalam diskusi di TechCrunch, yang diunggah, Senin (16/2/2026)
Baca Juga
Nama Pengusaha Vincenzo Iozzo Dihapus dari Black Hat dan Code Blue, Dituduh Hacker Pribadi Epstein
Teknologi
Menurut Sean, periode awal perkembangan industri kendaraan listrik dan kendaraan otonom di Silicon Valley menarik minat investor internasional, termasuk perusahaan dan investor dari China yang ingin dipandang sebagai startup teknologi.
Ia juga menyoroti struktur pendanaan perusahaan Canoo, yang pada awal kemunculannya pada 2018 memiliki investor yang tidak transparan.
“ Perusahaan Canoo, yang sekarang bangkrut dan tidak lagi beroperasi, memiliki susunan investor yang paling misterius. Mereka tidak terbuka sejak awal ketika muncul pada awal 2018. ”
— Sean menerangkan.
Dalam dokumen yang ditelusuri, Stern digambarkan sebagai pengusaha asal Jerman yang memiliki koneksi dengan China dan disebut memiliki kedekatan dengan Prince Andrew. Kedekatan tersebut mendorong Sean untuk menelusuri hubungan Stern dengan Epstein.
Penelusuran dokumen menunjukkan Stern berulang kali menawarkan peluang investasi kepada Epstein dalam kurun sekitar satu setengah tahun.
“ Orang bernama Stern berubah dari sosok misterius menjadi seseorang yang hadir dalam berbagai transaksi sekitar 10 tahun lalu, ketika ia menawarkan investasi di Faraday Future, mencoba meyakinkan Epstein untuk menanamkan ratusan juta dolar, mencoba membeli saham 30 persen di Lucid Motors, dan juga di Canoo. ”
— Seane mengungkapkan.
Baca Juga
Rusia Sebut Dokumen Epstein Ungkap Sisi Gelap Elit Barat, Lavrov: Satanisme Murni
Internasional
Meski demikian, Epstein tidak tercatat melakukan investasi pada perusahaan-perusahaan tersebut. Hubungan Stern dengan Epstein sendiri disebut berlangsung sejak 2008, ketika Stern pertama kali mendekati Epstein untuk mencari dukungan pendanaan investasi di China.
Diskusi lain dalam dokumen memperlihatkan percakapan mengenai pendanaan Lucid Motors saat perusahaan itu berupaya memperoleh pendanaan putaran Series D untuk memulai produksi sedan listrik pertamanya. Dalam salah satu percakapan, Stern meminta Epstein memperoleh informasi dari Morgan Stanley terkait rencana investasi dan kemungkinan keterlibatan Ford.
“ Stern datang kepada Epstein dan pada dasarnya mengatakan, ‘Saya mendengar mereka sedang menggalang dana. Bisakah Anda mendapatkan informasi dari Morgan Stanley?’ ”
— Sean menjabarkan ceritanya.
Dokumen juga memperlihatkan diskusi mengenai strategi memperoleh keuntungan cepat dari investasi tersebut, termasuk kemungkinan membeli saham dengan harga rendah sebelum investor besar masuk.
Dalam konteks yang lebih luas, Anthony Ha mengingatkan latar belakang hukum Epstein. Ia mengaku bersalah atas tuduhan meminta prostitusi dari seorang anak di bawah umur pada 2008.
Sebagian besar komunikasi bisnis yang muncul dalam dokumen tersebut terjadi setelah kasus hukum tersebut. Anthony menyebut hubungan bisnis Epstein menunjukkan bagaimana sejumlah pihak tetap menjalin relasi dengan Epstein karena akses terhadap jaringan kekuasaan, nama besar, dan modal investasi.
Baca Juga
Mereka yang Disebut dalam Epstein Files
Infografik