- • IHSG naik 0,92% pada hari pertama semester II 2026.
- • Kapitalisasi pasar BEI mencapai Rp10.011 triliun.
- • Sejumlah saham menjadi penopang penguatan indeks.
INFORMASI.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan semester II-2026 dengan kinerja positif. Pada penutupan perdagangan Rabu (1/7/2026), IHSG naik 51,92 poin atau 0,92% ke level 5.695,12 dari posisi sebelumnya 5.643,19.
Sepanjang sesi perdagangan, indeks bergerak di rentang 5.607,45 hingga 5.737,74.
Mengutip data statistik Bursa Efek Indonesia (BEI), penguatan indeks terjadi di tengah aktivitas perdagangan yang cukup ramai. Bursa mencatat volume transaksi saham mencapai 17,23 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp10,27 triliun dan frekuensi perdagangan mencapai 1,54 juta kali transaksi.
Dari sisi kapitalisasi pasar, nilai kapitalisasi Bursa mencapai Rp10.011 triliun, sementara kapitalisasi pasar saham yang menjadi konstituen IHSG tercatat sebesar Rp2.472 triliun.
Baca Juga
Pasar Saham Semester I-2026, Net Sell Asing Rp73,61 Triliun Bikin IHSG Anjlok 34,74 Persen
Ekonomi
Meski IHSG menguat, investor asing masih membukukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp577,68 miliar pada perdagangan hari itu. Secara year-to-date (YTD), investor asing telah mencatatkan net sell sebesar Rp74,18 triliun.
Kenaikan IHSG pada awal semester II didorong oleh sejumlah saham berkapitalisasi besar. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menjadi kontributor terbesar terhadap penguatan indeks dengan sumbangan 10,47 poin setelah sahamnya melonjak 8,74%.
Disusul PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang menyumbang 8,32 poin, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar 5,53 poin, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) sebesar 5,31 poin, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar 4,64 poin terhadap pergerakan IHSG.
Dari sisi aktivitas perdagangan, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi yang terbesar berdasarkan nilai transaksi dengan nilai mencapai Rp840 miliar atau sekitar 8,18% dari total nilai perdagangan harian. Diikuti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp820 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp713 miliar.
Baca Juga
World Cup 2026 dan Transaksi Asing di Pasar Saham
Ekonomi
Sementara itu, saham-saham yang mencatatkan kenaikan harga tertinggi (top gainers) dipimpin oleh COCO yang melonjak 34,38%, diikuti BBRM sebesar 28,71%, PADI 28,33%, BEEF 25,98%, serta CSMI yang naik 23,73%. Saham RATU juga menunjukkan performa impresif dengan kenaikan 20,13%, sedangkan CUAN menguat 16,98%.
Adapun dari perspektif sektoral, sektor energi dan bahan baku menjadi motor penggerak pasar dengan kenaikan masing-masing 2,61% dan 2,60% dalam sehari. Sektor infrastruktur juga menguat 1,38%, memberikan dukungan tambahan bagi laju IHSG pada awal semester kedua tahun ini.
Meskipun berhasil mencatatkan penguatan harian, kinerja IHSG secara tahun berjalan masih berada di zona negatif. Hingga 1 Juli 2026, IHSG tercatat turun 34,14% sejak awal tahun.
Namun, penguatan pada hari pertama semester II memberi sinyal perbaikan sentimen pasar setelah tekanan yang terjadi sepanjang semester pertama.