- • Saham dividen dinilai menjadi pilihan menarik bagi investor pemula saat IHSG berfluktuasi.
- • Emiten dengan fundamental kuat cenderung membagikan dividen secara lebih konsisten.
- • Strategi buy and hold serta reinvestasi dividen dapat mendukung pertumbuhan investasi jangka panjang.
INFORMASI.COM, Jakarta - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih naik turun dalam beberapa waktu terakhir membuat investor perlu menerapkan strategi investasi yang lebih adaptif. Di tengah volatilitas pasar tersebut, saham dengan pembagian dividen dinilai dapat menjadi salah satu pilihan yang lebih ramah bagi investor pemula karena menawarkan potensi pendapatan rutin selain peluang kenaikan harga saham.
Direktur Retail Markets & Technology BNI Sekuritas Teddy Wishadi mengatakan dividen merupakan bagian laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham, sehingga investor tidak hanya mengandalkan capital gain untuk memperoleh keuntungan.
"Dividen adalah bagian laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Jadi investor tidak hanya bergantung pada kenaikan harga saham, tetapi juga mendapatkan penghasilan tunai secara berkala," ujar Teddy, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia mampu memberikan dividend yield sekitar 3%-6% per tahun. Dengan demikian, investor masih berpotensi memperoleh imbal hasil meski pergerakan harga saham tidak terlalu signifikan.
Baca Juga
Dividen BUMN Dikelola Danantara dan PPN 12% Batal, Defisit APBN Semester 1 Melebar
Ekonomi
Selain itu, karakter saham dividen yang memberikan arus kas berkala juga dinilai mampu mengurangi tekanan psikologis investor ketika pasar bergerak fluktuatif.
Meski demikian, Teddy mengingatkan bahwa tidak semua saham dividen memiliki karakteristik yang sama. Investor perlu memperhatikan konsistensi kinerja emiten sebelum mengambil keputusan investasi.
Ia mencontohkan emiten perbankan seperti BBNI, BBCA, BMRI, dan BBRI yang memiliki rekam jejak pembagian dividen relatif stabil berkat fundamental bisnis dan arus kas yang kuat. Di sektor konsumsi, Indofood CBP Sukses Makmur juga termasuk emiten dengan riwayat pembagian dividen yang konsisten.
Sebaliknya, saham-saham sektor komoditas seperti Bukit Asam (PTBA) dan Indo Tambangraya Megah (ITMG) cenderung memiliki dividen yang lebih fluktuatif karena sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga komoditas global.
Sementara itu, Telkom Indonesia dinilai berada pada posisi yang relatif seimbang karena memiliki riwayat pembagian dividen yang konsisten sekaligus prospek pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.
Baca Juga
Fitch Soroti Fiskal RI Boncos Gara-gara MBG, Airlangga: Investasi Jangka Panjang
Ekonomi
Teddy juga mengingatkan investor pemula untuk memahami jadwal pembagian dividen agar tidak kehilangan hak menerima dividen. Tahapan tersebut meliputi cum date sebagai batas terakhir pembelian saham yang masih berhak memperoleh dividen, ex-date ketika pembeli baru sudah tidak lagi memperoleh hak dividen, recording date sebagai tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak menerima dividen, serta payment date sebagai jadwal pembayaran dividen kepada investor.
Ia menambahkan, musim pembagian dividen di pasar modal Indonesia umumnya berlangsung setelah penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Karena mayoritas RUPST dilaksanakan pada Maret hingga Juni, periode April sampai Juli biasanya menjadi puncak pengumuman dan pembayaran dividen emiten.
Dalam berinvestasi pada saham dividen, Teddy menyarankan dua strategi yang relatif sederhana, yakni menerapkan buy and hold pada saham dengan fundamental yang baik serta melakukan reinvestasi dividen untuk menambah kepemilikan saham secara bertahap.
"Pendekatan ini membuat investor tidak terlalu bergantung pada pergerakan jangka pendek IHSG, sehingga lebih fokus pada kepemilikan jangka panjang," katanya.
Ia menegaskan bahwa saham dividen bukan berarti bebas risiko. Namun, strategi tersebut dapat membantu investor membangun portofolio yang lebih seimbang melalui kombinasi potensi capital gain dan pendapatan pasif dari dividen, terutama ketika pasar saham bergerak volatil.