- • IHSG pulih 10,51% mtd pada Juli 2026 ke level 6.236,13.
- • NAB reksa dana mencapai Rp663,26 triliun per 30 Juli 2026.
- • Penghimpunan dana pasar modal mencapai Rp113,13 triliun secara ytd.
INFORMASI.COM, Jakarta - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mencatat pasar modal domestik mulai menunjukkan pemulihan pada awal triwulan III 2026 setelah mengalami fase konsolidasi sepanjang triwulan II 2026.
Dalam hasil asesmen KSSK yang disampaikan pada Senin (3/8/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 5.643,19 pada akhir triwulan II 2026. Posisi tersebut mencerminkan koreksi sebesar 19,93% secara quarter-to-quarter (qtq).
Koreksi IHSG dipengaruhi tingginya ketidakpastian global serta penyesuaian atau rebalancing portofolio investor.
Baca Juga
Tujuh Bulan 2026, IHSG Melemah 27,88 Persen: Ini Saham Paling Moncer dan Terpuruk
Ekonomi
Namun, memasuki Juli 2026, pasar saham domestik mulai menunjukkan tren pemulihan. Per 31 Juli 2026, IHSG ditutup di level 6.236,13 atau menguat 10,51% secara month-to-date (mtd).
Selain pasar saham, kinerja industri pengelolaan investasi juga tetap terjaga. Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana pada akhir triwulan II 2026 tercatat sebesar Rp652,90 triliun.
Tren positif tersebut berlanjut pada Juli 2026. Per 30 Juli 2026, NAB reksa dana mencapai Rp663,26 triliun atau tumbuh 1,59% secara qtq.
Di sisi lain, aktivitas penghimpunan dana korporasi melalui pasar modal domestik juga tetap kuat. Hingga 31 Juli 2026, total penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp113,13 triliun secara year-to-date (ytd).
Baca Juga
Purbaya Tolak Beri Insentif Pajak Khusus Aksi Korporasi BUMN
Ekonomi
Dari jumlah tersebut, penerbitan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk (EBUS) menjadi kontributor utama dengan nilai Rp98,27 triliun.
Kondisi tersebut menunjukkan pasar modal domestik masih menjalankan peran penting sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha, meski sebelumnya menghadapi tekanan akibat ketidakpastian global dan penyesuaian portofolio investor.