BPS: Waspadai Harga Pangan Naik akibat El Nino hingga Awal 2027

BPS: Waspadai Harga Pangan Naik akibat El Nino hingga Awal 2027
Ilustrasi pangan dan kelaparan
Ikhtisar
  • BPS mengatakan kemungkinan adanya tekanan harga pangan akibat El Nino yang diperkirakan dapat bertahan hingga awal 2027.
  • Dampak cuaca terhadap ketersediaan air dan pola tanam berpotensi mengganggu produksi serta pasokan pangan, terutama tanaman pangan dan hortikultura.
  • Tekanan harga pangan sudah terlihat pada Agustus 2026 ketika kelompok volatile food mengalami inflasi 0,88 persen, lebih tinggi daripada inflasi bulanan nasional 0,21 persen.

INFORMASI.COM, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mewanti-wanti agar seluruh pihak mulai mewaspadai dampak El Nino terhadap harga pangan setelah fenomena iklim tersebut diperkirakan berlangsung hingga awal 2027. Gangguan terhadap ketersediaan air dan pola tanam berpotensi memengaruhi produksi, pasokan, hingga harga sejumlah komoditas di tingkat konsumen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan prediksi El Nino dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) perlu menjadi perhatian dalam memantau perkembangan harga pangan beberapa bulan ke depan.

“Berdasarkan informasi dari BMKG yang merilis prediksi El Nino pada 2026 yang berpotensi bertahan hingga awal tahun 2027, tentunya kondisi tersebut perlu menjadi perhatian,” kata Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Menurut Ateng, pengaruh El Nino perlu dipantau terutama pada komoditas pangan yang produksinya sensitif terhadap perubahan kondisi cuaca. Ketika produksi terganggu, ketersediaan pasokan dapat berkurang dan kemudian memengaruhi pergerakan harga.

BPS juga melihat adanya jalur transmisi dari perubahan iklim dan cuaca menuju inflasi. Perubahan tersebut dapat tercermin melalui pergerakan harga kelompok pangan bergejolak atau volatile food.

Thumbnail El Niño Godzilla Ancam Produksi CPO Indonesia, Dampak Terburuk Diproyeksi 2027
i

Baca Juga

El Niño Godzilla Ancam Produksi CPO Indonesia, Dampak Terburuk Diproyeksi 2027

Ekonomi

Tanaman Pangan dan Hortikultura Paling Sensitif

Ateng mengatakan El Nino dapat memengaruhi ketersediaan air bagi tanaman. Kondisi tersebut juga dapat mengubah pola tanam, terutama pada komoditas tanaman pangan dan hortikultura.

“Jadi kami mengamatinya itu dari harga yang volatile atau harga bergejolak khusus untuk food-nya. Terutama komoditi tanaman pangan dan hortikultura yang dinilai tadi ya diduga sensitif terhadap ketersediaan air serta juga pola tanamnya,” ungkap Ateng.

Karena itu, BPS akan melihat dampak fenomena tersebut melalui perkembangan harga komoditas yang masuk dalam kelompok pangan bergejolak. Pergerakan harga komoditas tersebut menjadi salah satu indikator yang dapat menunjukkan tekanan dari sisi pasokan.

Meski demikian, Ateng menegaskan El Nino bukan satu-satunya faktor yang menentukan naik-turunnya inflasi pangan. Pergerakan harga pangan juga dipengaruhi berbagai kondisi lain sehingga dampak fenomena iklim tersebut tidak dapat berdiri sendiri.

Thumbnail Inflasi Agustus 2026 Capai 3,19 Persen, Harga Daging Ayam Biang Utama Kenaikan
i

Baca Juga

Inflasi Agustus 2026 Capai 3,19 Persen, Harga Daging Ayam Biang Utama Kenaikan

Ekonomi

Inflasi Pangan Agustus Sudah 0,88 Persen

Peringatan BPS muncul ketika tekanan harga pada kelompok pangan bergejolak sudah terlihat dalam data inflasi Agustus 2026.

BPS mencatat inflasi bulanan pada Agustus mencapai 0,21 persen. Pada periode yang sama, kelompok volatile food mencatat inflasi sebesar 0,88 persen.

Kelompok pangan bergejolak tersebut memberikan andil 0,15 persen terhadap inflasi bulanan Agustus. Angka itu menunjukkan kelompok pangan memberikan tekanan yang lebih tinggi dibandingkan inflasi umum pada periode yang sama.

Beberapa komoditas tercatat ikut mendorong kenaikan harga. BPS mencatat daging ayam ras, cabai rawit, dan beras sebagai sejumlah komoditas yang memberikan tekanan terhadap harga pangan.

Beras memberikan andil inflasi sebesar 0,02 persen. Cabai rawit juga memberikan andil sebesar 0,02 persen, sedangkan daging ayam ras menjadi salah satu komoditas yang memberikan tekanan cukup besar terhadap kelompok pangan.

Data tersebut menjadi titik awal yang perlu diperhatikan ketika pemerintah menghadapi potensi pengaruh El Nino hingga awal 2027. Jika kondisi cuaca mengganggu produksi dan pasokan, pergerakan harga pangan menjadi salah satu indikator yang akan dipantau BPS untuk melihat dampaknya terhadap inflasi.

Thumbnail DPR: Stok Pangan Cukup, tapi Kok Harga Sembako Terus Naik?
i

Baca Juga

DPR: Stok Pangan Cukup, tapi Kok Harga Sembako Terus Naik?

Ekonomi

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.