- • IHSG melemah 69,35 poin atau 1,17% ke level 5.866 pada pukul 09.10 WIB, Selasa (13/10/2026), dengan 406 saham terkoreksi.
- • Tekanan pasar diperkirakan dipengaruhi eskalasi konflik Arab Saudi–Houthi yang membuat harga minyak tembus 106 dolar AS per barel.
- • Selain itu, muncul kekhawatiran terhadap arus modal asing dan evaluasi MSCI.
INFORMASI.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung tertekan pada pembukaan perdagangan Selasa (13/10/2026). Hingga pukul 09.10 WIB, indeks saham acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) turun 69,35 poin atau 1,17% ke level 5.866 ketika pelaku pasar menghadapi tekanan dari konflik geopolitik, lonjakan harga minyak, dan ketidakpastian arus modal asing.
Data perdagangan BEI dalam sepuluh menit pertama menunjukkan sebanyak 406 saham melemah, berbanding 166 saham yang menguat. Sebanyak 158 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Aktivitas transaksi pada periode tersebut mencapai 3,49 miliar saham dengan nilai Rp 1,32 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 190.796 kali.
Sejumlah analisis menyoroti beberapa faktor yang menekan pasar saham domestik. Selain meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, investor mencermati evaluasi indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) menjelang peninjauan November serta menunggu data inflasi Amerika Serikat.
Baca Juga
IHSG Anjlok ke Level 5.936, Terendah dalam Tiga Bulan Terakhir
Ekonomi
Konflik Timur Tengah dan Harga Minyak Jadi Sorotan
Salah satu sumber tekanan datang dari pasar energi. Harga minyak kembali menembus US$ 106 per barel di tengah meningkatnya risiko geopolitik dan gangguan pasokan.
Di Yaman, kelompok Houthi yang didukung Iran dilaporkan menyerang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu waktu setempat. Serangan tersebut, berdasarkan bahan yang disampaikan, menewaskan 12 orang dan melukai lebih dari 300 orang.
Perkembangan itu menambah kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Investor juga memantau pergerakan harga minyak karena gangguan pasokan energi berpotensi memengaruhi ekspektasi inflasi dan sentimen pasar keuangan global.
Tekanan pasokan turut datang dari kawasan Teluk Meksiko. Produksi minyak sekitar 1,2 juta barel per hari dilaporkan masih terhenti pada Minggu akibat Badai Isaias.
Sementara itu, dari Eropa, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuduh Rusia melanggar gencatan senjata di sektor energi yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Zelenskyy menyatakan Rusia menyerang fasilitas produksi gas di Ukraina.
Kombinasi ketegangan geopolitik dan gangguan produksi tersebut menjadi bagian dari perkembangan global yang dicermati investor di tengah kenaikan harga minyak.
Baca Juga
10 Saham yang Bikin IHSG Anjlok 2,59 Persen, Ada DSSA, BREN, BBCA hingga GOTO
Ekonomi
Evaluasi MSCI dan Rupiah Membayangi IHSG
Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada evaluasi MSCI menjelang peninjauan indeks pada November 2026. BRI Danareksa Sekuritas menyoroti kebijakan pembekuan FIF dan NOS serta risiko perubahan klasifikasi Indonesia dalam evaluasi tersebut sebagai faktor yang dapat memengaruhi sentimen pasar.
Perkembangan itu turut memunculkan kekhawatiran terhadap arus keluar modal atau capital outflow, termasuk dari pasar obligasi Indonesia. Jika tekanan terhadap arus modal berlanjut, pasar saham dan nilai tukar rupiah juga berpotensi menghadapi tekanan.
Investor juga menunggu rilis indeks harga konsumen atau Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat untuk September. Data inflasi tersebut menjadi salah satu indikator penting bagi pasar dalam memperkirakan arah kebijakan suku bunga bank sentral AS.
Perubahan ekspektasi suku bunga dapat memengaruhi pergerakan dolar AS, daya tarik aset di negara berkembang, serta aliran dana asing ke pasar keuangan Indonesia.
Dengan berbagai faktor tersebut, pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini akan dicermati bersama perkembangan konflik Timur Tengah, harga minyak, evaluasi MSCI, dan data inflasi AS. Namun, data perdagangan pada pukul 09.10 WIB tersebut baru menggambarkan kondisi awal sesi dan belum menunjukkan hasil akhir perdagangan hari ini.