Harga Minyak Naik ke Level 105 Dolar per Barel usai AS Serang Pulau Qeshm Iran

Harga Minyak Naik ke Level 105 Dolar per Barel usai AS Serang Pulau Qeshm Iran
Ilustrasi kenaikan harga minyak mentah

Traktir Redaksi

Suka dengan artikel ini? Dukung jurnalisme Informasi.com dengan scan QRIS di bawah melalui m-banking atau e-wallet.

QRIS Media Informasi Dunia Simpan QRIS
Ikhtisar
  • • Harga minyak mentah Brent naik 0,5 persen menjadi US$105,25 per barel setelah muncul laporan serangan AS terhadap Pulau Qeshm, Iran.
  • • Lima ledakan dilaporkan terdengar di Pulau Qeshm, sementara ledakan lain muncul di sekitar Bandar Lengeh, dekat Selat Hormuz.
  • • The Wall Street Journal melaporkan serangan tersebut merupakan bagian dari operasi terbatas yang diam-diam dilakukan Washington dalam beberapa pekan terakhir.

INFORMASI.COM, Jakarta - Harga minyak dunia kembali bergerak naik pada perdagangan Selasa, 3 November 2026, setelah muncul laporan bahwa militer Amerika Serikat (AS) menyerang Pulau Qeshm, Iran. Kabar serangan tersebut menambah ketidakpastian di kawasan Teluk, terutama karena Pulau Qeshm berada di dekat Selat Hormuz, jalur penting bagi perdagangan minyak dunia.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman berjangka naik 48 sen atau 0,5 persen menjadi US$105,25 per barel pada pukul 01.04 GMT. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 47 sen atau 0,5 persen ke posisi US$96,93 per barel.

Kenaikan itu terjadi sehari setelah kedua patokan minyak tersebut justru mengalami penurunan tajam. Pada perdagangan Senin, harga Brent ditutup melemah US$8,66 atau 7,63 persen menjadi US$104,77 per barel.

Perubahan arah harga minyak ini muncul setelah The Wall Street Journal (WSJ), dengan mengutip sejumlah pejabat AS, melaporkan bahwa Washington telah menyerang Pulau Qeshm. Beberapa pejabat yang dikutip media tersebut menyebut serangan itu sebagai tindakan defensif untuk mencegah Iran memiliki keleluasaan menyerang kapal-kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz.

Laporan WSJ juga menyebut serangan tersebut merupakan bagian dari serangkaian operasi terbatas yang diam-diam dilakukan AS terhadap Iran dalam beberapa pekan terakhir. Operasi itu berlangsung ketika Presiden Donald Trump masih menyampaikan kemungkinan tercapainya kesepakatan diplomatik dengan Teheran.

Thumbnail Lima Ledakan Guncang Pulau Qeshm Iran, Diduga Serangan AS
i

Baca Juga

Lima Ledakan Guncang Pulau Qeshm Iran, Diduga Serangan AS

Internasional

Di tengah kabar operasi militer tersebut, Trump sebelumnya berusaha meredam kekhawatiran mengenai kemungkinan perang kembali pecah. Ia mengecilkan peluang AS kembali berperang dengan Iran setelah pemilihan paruh waktu pada Selasa.

Sementara itu, Departemen Pertahanan AS mengarahkan pertanyaan mengenai laporan serangan tersebut kepada Komando Pusat AS (CENTCOM). Namun, seorang pejabat AS mengatakan kepada WSJ bahwa pemerintah terus menangani ancaman terhadap pasukan Amerika yang ditempatkan di kawasan tersebut.

Situasi di Pulau Qeshm juga diwarnai laporan ledakan dari warga setempat. Sedikitnya lima ledakan dilaporkan terdengar di pulau tersebut, berdasarkan laporan Aljazeera, Selasa (3/11/2026) pagi WIB. Sejumlah penduduk juga mengaku melihat dua pesawat melintas di atas wilayah mereka.

Hingga laporan ini disusun, otoritas Iran belum memberikan komentar mengenai laporan ledakan maupun dugaan serangan AS tersebut.

Ledakan lain juga dilaporkan terjadi di sekitar Bandar Lengeh, wilayah pesisir yang berada tidak jauh dari Selat Hormuz. Saksi mata menyebut suara ledakan berasal dari arah laut.

Kawasan Bandar Lengeh sebelumnya juga beberapa kali dilaporkan mengalami ledakan pada malam hari. Dalam sejumlah kejadian terdahulu, pejabat Iran mengaitkannya dengan aktivitas militer atau tindakan Korps Garda Revolusi Islam Iran terhadap kapal-kapal yang dituduh menggunakan jalur tidak resmi saat melintasi Selat Hormuz.

Laporan serangan di Qeshm dan ledakan di sekitar Bandar Lengeh muncul ketika masa depan konflik AS-Israel dengan Iran masih belum jelas. Ketidakpastian juga membayangi upaya diplomasi yang tengah berlangsung, di tengah kekhawatiran bahwa perang dapat kembali berkobar.

Thumbnail Netanyahu Desak Trump Serang Iran dengan Nuklir? Perang Dunia III Pecah?
i

Baca Juga

Netanyahu Desak Trump Serang Iran dengan Nuklir? Perang Dunia III Pecah?

Internasional

BAGIKAN
Add preferred source on Google
Anda harus login untuk memberikan komentar.