- • Lima ledakan dilaporkan mengguncang Pulau Qeshm, Iran, Senin malam hingga Selasa dinihari.
- • Aljazeera melaporkan warga bersaksi melihat dua pesawat melintas di atas wilayah tersebut.
- • Ledakan juga terdengar di sekitar Bandar Lengeh, dekat Selat Hormuz.
INFORMASI.COM, Jakarta - Lima ledakan mengguncang Pulau Qeshm, Iran, Senin (2/11/2026) malam waktu setempat di tengah laporan adanya serangan Amerika Serikat, berdasarkan laporan Al Jazeera. Sejumlah warga bahkan mengaku melihat dua pesawat terbang melintas di atas pulau strategis tersebut sebelum atau ketika ledakan terjadi.
Pemerintah Iran belum memberikan penjelasan resmi mengenai laporan ledakan itu. Namun, perkembangan berikutnya mengarah pada dugaan keterlibatan militer Amerika Serikat setelah The Wall Street Journal melaporkan bahwa Washington berada di balik serangkaian serangan terbatas terhadap Iran yang selama ini dirahasiakan.
Serangan tersebut menambah ketegangan di kawasan Selat Hormuz. Apalagi, laporan mengenai aktivitas militer AS muncul ketika Presiden Donald Trump masih menyampaikan kemungkinan tercapainya kesepakatan diplomatik dengan Teheran.
Lima Ledakan di Qeshm, Warga Lihat Dua Pesawat Melintas
Laporan mengenai ledakan di Pulau Qeshm muncul setelah warga setempat mendengar lima kali suara ledakan. Sejumlah saksi mata juga menyebut melihat dua pesawat terbang melintasi kawasan tersebut.
Belum ada keterangan mengenai jenis pesawat yang terlihat maupun sasaran yang terkena serangan. Pemerintah Iran juga belum mengungkap apakah ledakan tersebut menimbulkan kerusakan fasilitas militer atau infrastruktur sipil.
Situasi serupa dilaporkan terjadi di sekitar Bandar Lengeh, wilayah pesisir Iran yang berada tidak jauh dari Selat Hormuz.
Sejumlah ledakan terdengar di kawasan tersebut. Menurut kesaksian warga, suara ledakan berasal dari arah laut.
Aktivitas militer di sekitar Bandar Lengeh sebenarnya bukan hal baru selama konflik berlangsung. Pada malam-malam sebelumnya, ledakan di kawasan itu terkadang dikaitkan dengan aktivitas militer maupun operasi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Pasukan IRGC pernah dikaitkan dengan tindakan terhadap kapal-kapal yang dituduh menggunakan jalur pelayaran tidak resmi saat melintasi Selat Hormuz.
Namun, belum ada kepastian bahwa ledakan terbaru di sekitar Bandar Lengeh berkaitan dengan operasi yang sama.
Baca Juga
AS Serang Lagi Iran, Serangan Diam-diam Kali Ini Sasar Pulau Qeshm, Perang Besar Lagi?
Internasional
The Wall Street Journal Ungkap Serangan Rahasia Militer AS
Di tengah simpang siur informasi mengenai ledakan tersebut, The Wall Street Journal melaporkan bahwa militer Amerika Serikat bertanggung jawab atas serangan di Pulau Qeshm.
Mengutip sejumlah pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, surat kabar tersebut menyebut serangan itu merupakan bagian dari rangkaian operasi militer terbatas yang dilakukan Washington secara rahasia dalam beberapa pekan terakhir.
Pemerintahan Trump disebut sengaja tidak mengumumkan operasi tersebut agar serangan-serangan itu tidak dianggap sebagai tanda dimulainya kembali kampanye militer besar terhadap Iran.
Dalam laporan tersebut, sejumlah operasi AS digambarkan sebagai tindakan defensif untuk menghadapi ancaman terhadap pasukan Amerika yang ditempatkan di kawasan Timur Tengah.
Kerahasiaan operasi menjadi perhatian karena Washington pada saat bersamaan masih membuka kemungkinan penyelesaian konflik melalui perundingan.
Dengan kata lain, aktivitas militer terbatas AS dilaporkan tetap berlangsung meskipun Trump menyampaikan sinyal diplomasi kepada Teheran.
Pulau Qeshm Bukan Sasaran Sembarangan, Ada Rudal Balistik dan Pangkalan Laut
Pulau Qeshm memiliki posisi strategis dalam konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Pulau terbesar di Teluk Persia tersebut terletak di dekat pintu masuk Selat Hormuz, jalur pelayaran yang sangat penting bagi perdagangan energi dunia.
Wilayah ini juga dilaporkan digunakan Iran untuk menyimpan rudal balistik. Selain itu, Qeshm memiliki pangkalan angkatan laut dan fasilitas desalinasi yang mengolah air laut menjadi air tawar.
Kombinasi fasilitas militer dan infrastruktur strategis tersebut membuat Qeshm menjadi kawasan penting bagi pertahanan Iran.
Sejak perang antara Iran dan koalisi Amerika Serikat-Israel berlangsung, pulau ini dilaporkan telah berulang kali menjadi sasaran serangan militer AS.
Karena itu, laporan mengenai lima ledakan terbaru kembali menempatkan Qeshm dalam perhatian internasional, terutama karena lokasinya berdekatan dengan Selat Hormuz.
Baca Juga
Netanyahu Desak Trump Serang Iran dengan Nuklir? Perang Dunia III Pecah?
Internasional
Trump Bicara Diplomasi, Militer AS Justru Dilaporkan Terus Menyerang
Laporan serangan rahasia tersebut muncul ketika Trump berusaha meredakan kekhawatiran mengenai kemungkinan perang kembali membesar.
Sebelumnya, Trump menyampaikan keraguan untuk melanjutkan serangan militer terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu Amerika Serikat pada Selasa.
Ketika ditanya wartawan mengenai kemungkinan kembali menyerang Iran, Trump menjawab, "Tidak." Ia juga menyebut kesepakatan dengan Teheran masih mungkin tercapai.
Namun, laporan The Wall Street Journal menunjukkan bahwa operasi militer terbatas Washington terhadap Iran masih berlangsung di tengah upaya diplomasi tersebut.
Ketika dimintai tanggapan mengenai serangan terbaru, Departemen Pertahanan AS mengarahkan pertanyaan kepada Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM).
Seorang pejabat AS mengatakan kepada The Wall Street Journal bahwa pemerintahan Trump secara konsisten menangani ancaman terhadap pasukan Amerika di kawasan tersebut.
Sementara itu, CENTCOM belum memberikan tanggapan langsung atas permintaan komentar mengenai laporan serangan tersebut.