- Home
- Internasional
- Macron Mulai Mencari Perdana Menteri Baru di Tengah Krisis Politik Prancis
Macron Mulai Mencari Perdana Menteri Baru di Tengah Krisis Politik Prancis

INFORMASI.COM, Jakarta - Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mulai mencari perdana menteri baru untuk menggantikan Michel Barnier. Dia juga menolak seruan untuk mengundurkan diri walaupun menghadapi krisis politik yang dipicu oleh parlemen yang terpecah.
Dikutip dari Arab News, Jumat (6/12/2024), Macron akan menunjuk perdana menteri baru dalam beberapa ke depan. Akan tetapi, ada tantangan yang harus dia hadapi, yaitu dukungan parlemen yang cukup untuk meloloskan rancangan anggaran dan membentuk pemerintahan yang stabil.
Sekadar informasi, Barnier digulingkan dari kursi jabatan perdana menteri setelah mendapatkan mosi tidak percaya dari anggota parlemen yang marah dengan rancangan Undang-Undang 2025 yang bersifat pengetatan.
Perdana Menteri Prancis, Michel Barnier Mundur setelah DigulingkanHarapan Macron kini bergantung pada Partai Sosialis, kelompok kiri moderat dengan 66 kursi di Majelis Nasional. Meskipun mereka mendukung mosi tidak percaya terhadap Barnier, Partai Sosialis memberikan sinyal bahwa mereka mungkin bersedia mendukung pemerintahan baru.
Pemimpin Partai Sosialis, Olivier Faure, bertemu dengan Macron pada Jumat untuk membahas tuntutan mereka, termasuk penunjukan perdana menteri yang berhaluan kiri.
Faure juga mengindikasikan adanya ruang kompromi terkait reformasi pensiun Macron, meskipun sebelumnya mereka menuntut pembatalan penuh.
"Kami tidak bisa hanya menuntut pembatalan tanpa menawarkan solusi pembiayaan," kata Faure.
Ia juga mendesak Macron untuk melibatkan Partai Hijau dan Partai Komunis dalam pembicaraan untuk membangun koalisi lebih luas.
Menyoal Prancis Klaim Netanyahu Kebal HukumKritik Macron terhadap Front Anti-Republik
Macron mengkritik keras kelompok ekstrem kanan dan kiri yang menggulingkan Barnier. Dia menyebut mereka sebagai "front anti-republik" yang hanya ingin menciptakan kekacauan politik demi keuntungan menjelang pemilihan presiden 2027.
"Saya sangat menyadari bahwa beberapa orang ingin menyalahkan saya atas situasi ini karena lebih nyaman," ujar Macron.
Namun, ia menegaskan tidak akan mengundurkan diri dan berkomitmen menyelesaikan masa jabatannya hingga 2027.
Tantangan Meloloskan Anggaran 2025
Pemerintahan berikutnya akan menghadapi tantangan besar, yakni meloloskan rancangan anggaran tahun 2025 di awal tahun depan.
Macron menyatakan, pemerintah akan bekerja keras untuk memastikan rakyat Prancis tidak menanggung dampak mosi tidak percaya tersebut.
"Kita harus memastikan bahwa RUU anggaran baru diajukan tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi negara," kata dia,
Macron menegaskan, dirinya tidak akan menyerah pada tekanan politik dan berjanji untuk membentuk pemerintahan yang mampu menangani krisis.
Komentar (0)
Login to comment on this news