INFORMASI.COM, Jakarta - Pemerintah Venezuela mengumumkan pengerahan militer besar-besaran di seluruh negeri sebagai respons terhadap meningkatnya aktivitas angkatan laut dan udara Amerika Serikat di perairan Karibia.
Langkah tersebut diumumkan oleh Menteri Pertahanan Vladimir Padrino Lopez yang menyebut pengerahan itu sebagai bagian dari latihan pertahanan nasional menghadapi ancaman eksternal.
- •Sekitar 200.000 personel militer dikerahkan di seluruh wilayah Venezuela.
- •Latihan militer ini disebut sebagai respons langsung terhadap kehadiran militer AS di lepas pantai Venezuela.
- •Pemerintah menegaskan langkah ini sebagai pelengkap dari operasi rutin angkatan bersenjata.
“ Hampir 200.000 tentara telah dikerahkan di seluruh negeri untuk latihan ini. Langkah tersebut melengkapi operasi rutin angkatan bersenjata. ”
— Vladimir Padrino Lopez, Menteri Pertahanan Venezuela, dalam siaran televisi pemerintah pada Selasa (11/11/2025) waktu Caracas.
Baca Juga
Kapal Perang AS Mulai Dekati Perairan Venezuela, Picu Perang Baru?
Internasional
Undang-Undang Pertahanan Baru
Pengerahan pasukan dilakukan beriringan dengan pengesahan undang-undang pertahanan nasional baru oleh Majelis Nasional Venezuela.
- •Undang-undang itu dirancang untuk memperkuat strategi pertahanan di tengah meningkatnya aktivitas militer AS.
- •Regulasi baru tersebut mengatur pengerahan, kepatuhan terhadap perintah, pergerakan pasukan, serta hubungan sipil-militer.
- •Pemerintah menilai langkah ini sebagai bagian dari peningkatan kesiapsiagaan nasional.
“ Undang-undang ini memperkenalkan cara baru dalam menangani pengerahan, kepatuhan terhadap perintah, pergerakan pasukan, serta hubungan antara rakyat dan angkatan bersenjata. ”
— Jorge Rodriguez, Presiden Majelis Nasional, dalam pidatonya di hari yang sama.
Baca Juga
AS Kirim Kapal Perang, Venezuela Gelar Latihan Militer
Internasional
Ketegangan dengan Amerika Serikat
Ketegangan meningkat menyusul kehadiran kapal induk USS Gerald R. Ford, salah satu kapal perang terbesar di dunia, di perairan wilayah tersebut.
- •Kapal induk itu kini beroperasi di bawah Komando Selatan AS, yang bertanggung jawab atas kawasan Amerika Latin dan Karibia.
- •Washington menyebut peningkatan kehadiran militernya sebagai operasi kontra-narkotika terbesar dalam beberapa dekade.
- •Menurut laporan, operasi tersebut mencakup 19 serangan terhadap kapal di perairan internasional, menyebabkan 75 korban jiwa.
Tuduhan dan Balasan Maduro
Presiden Nicolas Maduro membantah tuduhan bahwa Venezuela terlibat dalam perdagangan narkoba, dan menuding AS tengah mencari alasan untuk mengintervensi negaranya.
- •Maduro menyebut langkah militer AS sebagai “upaya provokasi” untuk melemahkan kedaulatan Venezuela.
- •Ia menegaskan pemerintahannya akan melindungi wilayah dan rakyat Venezuela dari segala bentuk agresi asing.
“ Amerika Serikat bersiap melancarkan perang untuk menggulingkan pemerintah kami. ”
— Nicolas Maduro, Presiden Venezuela, dalam pidato nasionalnya di Caracas, Selasa malam.
Baca Juga
AS Tempatkan Skuadron F-35 di Puerto Rico, Venezuela Peringatkan Provokasi Berbahaya
Internasional