- • Iran menuduh Amerika Serikat sebagai dalang kerusuhan dan unjuk rasa anti-pemerintah yang berkobar di Iran sejak awal Januari 2026.
- • Kementerian Luar Negeri Iran juga mengecam pernyataan Donald Trump dan pejabat AS yang mencampuri urusan dalam negeri Iran.
- • Iran menegaskan protes damai merupakan hak konstitusional rakyat dan mengakui adanya masalah ekonomi yang diklaim sebagai akibat sanksi AS.
INFORMASI.COM, Jakarta - Iran menuding Amerika Serikat sebagai dalam unjuk rasa berujung kerusuhan yang terjadi di sejumlah kota di Iran. Terlebih, AS terus-terusan menghasut para demonstran dan dinilai ikut campur dalam penanganan demonstrasi.
Hal itu diungkapkan Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, baru-baru ini. Berdasarkan laporan Pars Today yang diakses Senin (12/1/2026), pemerintah Iran menyebut ucapan Presiden AS Donald Trump maupun pejabat lainnya menjadi bukti lanjutan sikap permusuhan Washington yang sengaja memanaskan situasi di Iran.
Baca Juga
Donald Trump Siap Bantu Pendemo, Mau Gulingkan Pemerintah Iran?
Video
Kementerian Luar Negeri Iran menyebut pernyataan pejabat AS bersifat intervensif dan menyesatkan. Alih-alih membantu, intervensi AS justru didorong hanya berupaya untuk menggulingkan pemerintahan Iran yang sah, bukan kepedulian terhadap rakyat Iran.
Kementerian Luar Negeri Iran juga menegaskan bahwa Republik Islam Iran mengakui hak atas aksi protes damai sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Dasar. Pemerintah, menurut pernyataan tersebut, berkomitmen menindaklanjuti tuntutan sah rakyat melalui mekanisme hukum yang berlaku.
Namun, dalam pernyataan yang sama, Iran menyebut sebagian besar persoalan ekonomi Iran bersumber adalah akibat perang ekonomi dan finansial total yang dilakukan Amerika Serikat melalui berbagai sanksi. Hal itu, kata Iran, merupakan tindakan ilegal dan zalim.
Baca Juga
Iran vs Amerika Serikat Memanas, Saling Ancam Luncurkan Serangan
Internasional
Tuduhan terhadap campur tangan AS juga disampaikan oleh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. Mengutip laporan Pars Today, Iran merinci setidaknya ada lima ciri yang menguatkan AS dan Israel sebagai dalang kerusuhan di Iran.
- •Israel disebut menjalankan “perang hibrida” terhadap Iran setelah perang 12 hari pada Juni sebelumnya.
- •Keberadaan pasukan keamanan dalam negeri dianggap untuk menetralisir taktik destabilisasi Israel dan AS.
- •Zionis disebut melakukan sabotase terhadap stabilitas dan integritas nasional Iran.
- •Tudingan adanya tentara bayaran yang aktif mengobarkan kerusuhan dengan bantuan asing.
- •Otoritas Iran juga menyebut tindakan eksternal sebagai bagian dari upaya mendorong ketidakamanan secara sistematis.
Karena itu, Iran menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk intervensi asing dan menyerukan agar prinsip kedaulatan negara dihormati.
Teheran juga meminta komunitas internasional menilai dampak kebijakan sanksi Amerika Serikat terhadap kondisi sosial dan ekonomi rakyat Iran.
Baca Juga
AS Tuntut Venezuela Setop Jual Minyak ke Rusia, China, Iran, dan Kuba
Internasional