INFORMASI.COM, Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat resmi mengubah arah kebijakan pertahanannya dengan menempatkan keamanan domestik dan Belahan Barat sebagai prioritas utama, sebagaimana tertuang dalam National Defense Strategy (NDS) 2026 yang dirilis Departemen Pertahanan AS pada akhir pekan lalu (25/1/2026).
Dalam dokumen setebal 34 halaman tersebut, Pentagon menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak lagi memandang China sebagai prioritas keamanan utama. Strategi ini menandai perubahan signifikan dari kebijakan satu dekade terakhir yang menempatkan Beijing sebagai ancaman terbesar bagi keamanan dan kepentingan ekonomi AS.
Baca Juga
Trump Turunkan Tarif Impor China Jadi 10 Persen
Internasional
Dokumen NDS menyebutkan bahwa fokus utama kebijakan pertahanan kini diarahkan pada “keamanan wilayah nasional dan Belahan Barat”. Pendekatan ini sejalan dengan National Security Strategy yang diumumkan sebelumnya oleh Presiden Donald Trump, yang bertujuan “memulihkan keunggulan Amerika Serikat di Belahan Barat” melalui penguatan Doktrin Monroe.
Pentagon menegaskan bahwa kebijakan pertahanan Amerika Serikat akan dipandu oleh empat prioritas utama, yakni mempertahankan wilayah nasional, mendorong sekutu agar tidak bergantung pada militer AS, memperkuat basis industri pertahanan, serta menangkal China tanpa menerapkan kebijakan pengurungan.
“ Hubungan dengan China akan didekati melalui kekuatan, bukan konfrontasi. ”
— Tulis Departemen Pertahanan AS dalam NDS 2026.
Baca Juga
China Ajak Amerika Serikat Jadi Mitra dan Sahabat
Video
Pentagon juga secara terbuka menyoroti peran sekutu. Korea Selatan dan mitra Amerika Serikat lainnya diminta untuk “menanggung bagian yang adil dari beban pertahanan kolektif”. Penegasan ini sejalan dengan pernyataan Trump yang berulang kali meminta negara-negara sekutu di Eropa dan Asia Pasifik meningkatkan anggaran pertahanan mereka.
Dokumen tersebut juga menekankan bahwa Amerika Serikat tidak akan lagi menutup kekurangan keamanan negara sekutu.
“ Bukan tugas Amerika Serikat, dan bukan pula kepentingan nasional kami, untuk bertindak sendirian di mana-mana, atau menutupi kekurangan keamanan sekutu akibat pilihan pemimpin mereka sendiri yang tidak bertanggung jawab. ”
— Pentagon menyatakan.
Sebagai bagian dari strategi baru ini, Pentagon juga menyebut rencana penyediaan akses militer dan komersial di lokasi strategis seperti Greenland serta pembangunan sistem pertahanan rudal “Golden Dome” untuk Amerika Utara. Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan transatlantik akibat pernyataan Trump terkait Greenland dan tindakan Amerika Serikat terhadap Venezuela.
Baca Juga
Trump Sepakat dengan NATO, Tak Jadi Caplok Greenland?
Internasional
Dokumen NDS juga membandingkan kondisi keamanan Eropa dengan kapasitas ekonominya. Pentagon mencatat bahwa perekonomian Jerman jauh lebih besar dibandingkan Rusia, sehingga sekutu NATO di Eropa dinilai harus memikul tanggung jawab utama.
“ (Negara-negara NATO di Eropa) memiliki posisi yang kuat untuk memikul tanggung jawab utama dalam pertahanan konvensional Eropa, dengan dukungan Amerika Serikat yang lebih terbatas namun tetap krusial. ”
— Pentagon menerangkan.
Strategi tersebut turut menyebut bahwa tanggung jawab ini mencakup peran utama Eropa dalam mendukung pertahanan Ukraina.
Selain itu, NDS kembali menegaskan sikap Amerika Serikat terhadap Iran dengan menyatakan bahwa Teheran tidak boleh mengembangkan senjata nuklir. Israel juga disebut sebagai “sekutu teladan”.
“ Kami memiliki peluang untuk semakin memperkuat kemampuan Israel dalam membela diri dan memajukan kepentingan bersama, dengan melanjutkan upaya Presiden Trump dalam mengamankan perdamaian di Timur Tengah. ”
— Pandangan Pemerintahan Trump terhadap Israel.
National Defense Strategy yang dirilis setiap empat tahun ini juga secara terbuka mengkritik pemerintahan Presiden sebelumnya, Joe Biden, yang menempatkan China dan Rusia sebagai tantangan utama keamanan Amerika Serikat.
Baca Juga
Trump: AS Harus Caplok Greenland, Ketimbang Diambil China dan Rusia
Video