- • Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan telah melakukan pembicaraan awal dengan Iran dan berencana melanjutkan perundingan dalam waktu dekat.
- • Trump menegaskan dua pesan utama kepada Teheran: larangan kepemilikan senjata nuklir dan penghentian kekerasan terhadap demonstran.
- • Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyatakan seluruh opsi, termasuk militer, tetap tersedia jika jalur diplomasi tidak membuahkan hasil.
INFORMASI.COM, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis (29/1) menyampaikan rencananya untuk melanjutkan perundingan dengan Iran, di tengah meningkatnya tekanan militer Washington terhadap Teheran.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan saat berada di Kennedy Center. Ia mengatakan telah melakukan komunikasi dengan Iran dalam beberapa hari terakhir dan membuka peluang kelanjutan dialog.
“ Saya telah melakukan pembicaraan dengan Iran dalam beberapa hari terakhir, dan saya berencana melanjutkannya. ”
— Donald Trump, di Kennedy Center, Kamis (29/1/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Trump kembali menyinggung pergerakan kekuatan militer Amerika Serikat di kawasan. Ia menyebut sejumlah kapal dengan kapasitas besar dan kekuatan tinggi sedang bergerak menuju Iran, meski berharap pengerahan tersebut tidak perlu digunakan.
“ Bakal sangat bagus jika kita tidak perlu menggunakannya (opsi serangan militer). ”
— Trump menambahkan.
Ketika ditanya mengenai pesan yang disampaikan kepada pihak Iran, Trump menjelaskan ada dua poin utama yang ia tekankan.
Pertama, Iran tidak diperbolehkan memiliki senjata nuklir. Kedua, pemerintah Iran diminta menghentikan tindakan pembunuhan terhadap para demonstran.
Baca Juga
Trump Ingin Serang Iran, Pentagon Ajukan Skenario Serang Fasilitas Nuklir Secara Diam-diam
Internasional
Opsi Militer Masih Terbuka
Sikap Trump tersebut sejalan dengan pernyataan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth yang disampaikan lebih awal pada hari yang sama.
Hegseth menyatakan Washington siap menggunakan seluruh opsi yang tersedia untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir, sembari tetap membuka kemungkinan tercapainya kesepakatan melalui jalur diplomasi.
Hegseth menegaskan bahwa pernyataan Trump mengenai larangan kepemilikan senjata nuklir oleh Iran bukan sekadar retorika.
Menurutnya, sejumlah langkah konkret telah diambil pemerintah Amerika Serikat sebagai bukti keseriusan arahan presiden. Ia menyinggung pengiriman pesawat pengebom siluman B-2 ke berbagai wilayah dunia tanpa terdeteksi, serta kebijakan keras terhadap perdagangan narkotika dan kelompok teror, yang menurutnya dijalankan sesuai instruksi langsung Trump.
Baca Juga
Militer AS Bergerak di Timur Tengah, Iran Siap Hadapi Ancaman Serangan dan Siapkan Rudal
Internasional
Ia juga menyebut keterlibatan militer dalam pengamanan perbatasan bersama Departemen Keamanan Dalam Negeri sebagai contoh lain dari pelaksanaan perintah presiden di lapangan.
Dalam konteks Iran, Hegseth mengatakan pendekatan serupa tengah diterapkan, yakni memastikan seluruh opsi tetap tersedia guna mendorong Teheran bersedia mencapai kesepakatan dan tidak mengejar kemampuan nuklir.
Pernyataan tersebut disampaikan Hegseth dalam rapat kabinet yang dihadiri langsung oleh Trump. Ia menegaskan bahwa Pentagon siap melaksanakan setiap arahan yang dikeluarkan presiden, termasuk jika opsi militer harus ditempuh apabila upaya diplomasi tidak menghasilkan kesepakatan.
“ Kami akan siap memberikan apa pun yang diharapkan presiden dari Departemen Perang, seperti yang kami lakukan bulan ini. ”
— Pete Hegseth merujuk pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat pada 3 Januari.