Kemungkinan 1 Ramadan di Arab Saudi pada 19 Februari, Pengamatan Hilal Digelar 17 Februari

Kemungkinan 1 Ramadan di Arab Saudi pada 19 Februari, Pengamatan Hilal Digelar 17 Februari
Foto: Kemenag
Ikhtisar
  • Pemerintah Arab Saudi tetap melakukan rukyatul hilal pada 17 Februari 2026 sebagai dasar penetapan awal Ramadan.
  • Observatorium astronomi di Arab Saudi memprediksi peluang terlihatnya hilal Ramadan 1447 H tergolong menantang karena posisi hilal sangat rendah.
  • Berdasarkan perhitungan astronomi, awal Ramadan diperkirakan jatuh pada 19 Februari 2026 dan Idulfitri pada 21 Maret 2026.

INFORMASI.COM, Jakarta - Observatorium Universitas Al-Majma’ah di Hautah Sudair memaparkan kondisi ilmiah pengamatan hilal Ramadan 1447 Hijriah yang dijadwalkan pada Selasa, 17 Februari 2026. Berdasarkan perhitungan astronomi presisi dan Kalender Ummul Qura, ijtima’ diperkirakan terjadi pada pukul 15.03 waktu Riyadh.

Untuk wilayah Makkah, matahari diperkirakan terbenam pada pukul 18.19, sedangkan hilal terbenam pada pukul 18.23. Selisih waktu yang singkat menunjukkan hilal hanya berada di atas ufuk selama beberapa menit setelah matahari terbenam.

Di lokasi utama pengamatan observatorium, matahari diperkirakan terbenam pada pukul 17.52 dan hilal terbenam pada pukul 17.54. Ketinggian hilal diperkirakan sekitar 0,5 derajat dengan jarak sudut 1,61 derajat dari matahari. Kondisi tersebut membuat peluang pengamatan hilal Ramadan tahun ini tergolong sulit dan membutuhkan peralatan optik serta kondisi cuaca yang sangat mendukung.

Thumbnail Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah pada 18 Februari 2026, Idul Fitri 20 Maret
i

Baca Juga

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah pada 18 Februari 2026, Idul Fitri 20 Maret

Nasional

Dikutip dari International Quran News Agency, profesor penelitian astronomi dari Institut Astronomi dan Penelitian Geofisika Negara Saudi, Mohammed Ghraib, menjelaskan bahwa berdasarkan penghitungan astronomi, bulan Syakban kemungkinan berlangsung selama 30 hari. Secara astronomis, hari pertama Ramadan diperkirakan jatuh pada 19 Februari 2026.

Perhitungan yang sama menunjukkan bahwa hari pertama bulan Syawal yang menandai Idulfitri di Arab Saudi diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Data astronomi menunjukkan hilal Ramadan sebenarnya sudah muncul sebelum waktu pengamatan, tetapi durasi keberadaannya setelah matahari terbenam menjadi faktor utama kemungkinan terlihatnya hilal.

Meski peluang pengamatan terbatas, proses rukyatul hilal tetap dilaksanakan sebagai bagian dari prosedur resmi penetapan awal bulan Hijriah di Arab Saudi.

Thumbnail Observatorium Bosscha ITB: Hilal Tidak Mungkin Terlihat 17 Februari, Awal Ramadan Berpotensi 19 Februari
i

Baca Juga

Observatorium Bosscha ITB: Hilal Tidak Mungkin Terlihat 17 Februari, Awal Ramadan Berpotensi 19 Februari

Nasional

Pemerintah Arab Saudi menjadwalkan pemantauan hilal pada malam 29 Syakban 1447 H atau Selasa, 17 Februari 2026. Proses pemantauan dilakukan oleh pengamat resmi yang terakreditasi di berbagai wilayah Kerajaan.

Keputusan akhir mengenai awal Ramadan akan ditentukan oleh komite pemantau hilal di Mahkamah Agung Arab Saudi setelah sidang penetapan selesai.

Jika hilal terlihat setelah matahari terbenam pada hari pengamatan, maka 1 Ramadan 1447 H akan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Namun, apabila hilal tidak terlihat, bulan Syakban akan digenapkan menjadi 30 hari sehingga awal Ramadan dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026.

Arab Saudi menegaskan bahwa penetapan awal Ramadan tetap didasarkan pada rukyatul hilal secara syar’i, sementara perhitungan astronomi digunakan sebagai pendukung ilmiah dalam proses penentuan tersebut.

Thumbnail BRIN Perkirakan 1 Ramadan 1447 Hijriah Jatuh pada 19 Februari 2026, Beda dengan Muhammadiyah?
i

Baca Juga

BRIN Perkirakan 1 Ramadan 1447 Hijriah Jatuh pada 19 Februari 2026, Beda dengan Muhammadiyah?

Nasional

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.