- • Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyatakan kapal tanker minyak Malaysia akan diizinkan melintasi Selat Hormuz.
- • Anwar menyebut pemerintah Malaysia sedang mengupayakan pemulangan kapal tanker dan para pekerja yang terdampak gangguan di Hormuz.
- • Di tengah eskalasi konflik Timur Tengah, Malaysia menegaskan dukungan pada diplomasi antara Iran dan AS.
INFORMASI.COM, Jakarta - Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyatakan kapal tanker minyak Malaysia akan diizinkan melintasi Selat Hormuz. Pernyataan itu disampaikan di tengah gangguan pelayaran yang terus menekan distribusi energi global sejak awal Maret.
Anwar juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, atas izin yang diberikan. Menurut dia, langkah itu menjadi bagian penting dalam upaya Malaysia untuk mengamankan jalur pulang kapal tanker nasional dan para pekerja yang terlibat di kawasan konflik.
“Sekarang kami sedang dalam proses melepaskan kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat agar mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang,” kata Anwar dalam pidato di televisi, Kamis (26/3).
Meski demikian, Anwar menegaskan proses tersebut tidak berjalan sederhana. Ia menggambarkan posisi Iran masih sangat berhati-hati dalam merespons berbagai inisiatif perdamaian, terutama karena pengalaman buruk dalam hubungan diplomatik sebelumnya.
“Namun, ini tidak mudah karena Iran merasa telah berkali-kali ditipu dan sulit menerima langkah menuju perdamaian tanpa perjanjian yang mengikat dan jaminan keamanan,” katanya.
Baca Juga
Prabowo dan Anwar Ibrahim Bahas Konflik Iran-Israel, Sepakat Perkuat Diplomasi
Internasional
Pernyataan itu menunjukkan bahwa pembukaan akses bagi kapal tanker Malaysia tidak berdiri sendiri sebagai isu logistik semata. Di baliknya, terdapat konteks politik dan keamanan yang jauh lebih luas, terutama setelah konflik di Timur Tengah terus melebar ke berbagai titik strategis kawasan.
Anwar menilai dampak perang tidak hanya terasa di jalur energi global, tetapi juga telah menghantam kehidupan sipil di sejumlah negara. Ia menyoroti kondisi di Lebanon yang disebut ikut terdampak serius akibat eskalasi konflik regional.
Menurut Anwar, konflik tersebut telah meluas ke Lebanon, di mana “lebih dari 1 juta orang kehilangan rumah dan harta benda mereka.”
Ia juga menegaskan bahwa akar utama krisis di kawasan belum benar-benar tersentuh. Dalam pandangan Kuala Lumpur, konflik di Palestina dan Gaza tetap menjadi sumber utama instabilitas yang terus memperburuk situasi di Timur Tengah.
Di tengah situasi itu, Anwar menegaskan Malaysia akan terus mengambil peran aktif dalam mendukung upaya perdamaian. Ia menyatakan pemerintahannya tidak akan bersikap pasif ketika konflik telah berdampak pada stabilitas kawasan, perdagangan energi, hingga keselamatan warga sipil.
Menurut Anwar, Malaysia mengambil “sikap tegas terhadap ketidakadilan, penindasan, dan agresi yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat.”
Baca Juga
PM Malaysia: Iran Punya Hak untuk Bela Diri dari Serangan AS dan Israel
Video
Namun, ia juga mengakui bahwa situasi kini jauh lebih rumit karena respons Iran terhadap konflik tidak hanya menyasar lawan langsungnya, tetapi juga berdampak pada negara-negara Teluk yang selama ini menjadi simpul penting ekonomi dan keamanan kawasan.
Dalam upaya meredakan situasi, Anwar mengatakan dirinya telah berbicara langsung dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, serta Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi. Komunikasi itu dilakukan untuk membahas eskalasi yang terus berkembang di Timur Tengah.
Malaysia Dukung Pakistan Tengahi Perdamaian Iran-AS
Selain itu, pada Kamis pagi, Anwar juga kembali melakukan pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif. Percakapan itu menjadi yang ketiga kalinya dan berfokus pada upaya Pakistan dalam mendorong perdamaian di kawasan.
Langkah diplomatik tersebut berlangsung ketika Selat Hormuz masih berada dalam tekanan. Jalur laut itu selama ini menjadi salah satu urat nadi energi dunia karena dilalui sekitar 20 juta barel minyak per hari. Gangguan yang terjadi sejak awal Maret telah memukul biaya pengiriman dan mendorong kenaikan harga minyak global.
Sebelumnya, Anwar juga telah menyampaikan apresiasi kepada Pakistan yang bersedia menjadi tuan rumah dialog antara Amerika Serikat dan Iran. Menurut dia, keterlibatan Islamabad memberi ruang penting bagi jalur diplomasi di tengah kebuntuan konflik.
“Saya memuji Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif serta para pemimpin negara sahabat lainnya yang telah melangkah maju,” kata Anwar dalam keterangannya di Kuala Lumpur, Rabu (25/3).
Anwar menilai posisi Pakistan cukup strategis karena memiliki hubungan dengan berbagai pihak sekaligus dipandang memiliki kredibilitas di dunia Muslim. Atas dasar itu, Malaysia menyatakan dukungan terhadap inisiatif tersebut dan mendorong Washington serta Teheran untuk meresponsnya secara positif.
Bagi Malaysia, ruang diplomasi dinilai masih terbuka. Karena itu, pembukaan jalur bagi kapal tanker Malaysia di Selat Hormuz tidak hanya menjadi kabar penting bagi perdagangan energi, tetapi juga menjadi sinyal bahwa jalur komunikasi politik di tengah konflik masih belum sepenuhnya tertutup.
Baca Juga
Harga BBM Nonsubsidi di Malaysia Naik, tapi Subsidi RON95 Tetap Dipertahankan
Internasional