- • Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan Angkatan Laut segera memulai blokade di Selat Hormuz.
- • Langkah ini diambil setelah perundingan gencatan senjata AS-Iran selama 21 jam di Pakistan berakhir tanpa kesepakatan.
- • Kebijakan tersebut berpotensi mengguncang pasar energi global karena jalur ini mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dunia.
INFORMASI.COM, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Minggu (12/4/2026), menyatakan bahwa Angkatan Laut AS akan “segera” memulai blokade untuk menghentikan kapal masuk dan keluar dari Selat Hormuz. Hal itu dilakukan Trump menyusul kegagalan perundingan gencatan senjata bersejarah antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung selama 21 jam di Pakistan, Sabtu (11/4).
Trump menegaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk menguasai jalur laut strategis tersebut. Sebelum konflik AS-Israel dengan Iran, Selat Hormuz menjadi jalur pengiriman sekitar 20 persen pasokan minyak global, sekaligus menjadi sumber pengaruh utama Iran dalam dinamika geopolitik energi dunia.
Trump menyampaikan bahwa kebijakan blokade ini akan berdampak langsung pada arus pelayaran internasional. Ia menegaskan pendekatan yang akan diambil bersifat tegas tanpa pengecualian.
“Ini akan menjadi semua atau tidak sama sekali, dan begitulah adanya,” kata Trump dalam wawancara dengan Fox News.
Baca Juga
Perundingan AS-Iran Buntu di Pakistan, Isu Selat Hormuz Jadi Titik Krusial
Internasional
Ia juga mengungkapkan telah memberikan instruksi langsung kepada Angkatan Laut AS untuk melakukan tindakan intersepsi terhadap kapal-kapal tertentu di perairan internasional.
“Saya telah menginstruksikan Angkatan Laut kami untuk mencari dan menghentikan setiap kapal di perairan internasional yang telah membayar tol kepada Iran. Tidak ada yang membayar tol ilegal akan mendapatkan jalur aman di laut lepas,” ujar Trump.
Trump menambahkan bahwa operasi ini akan melibatkan negara lain, meskipun ia tidak merinci pihak-pihak yang akan berpartisipasi dalam blokade tersebut.
Di sisi militer, Angkatan Laut AS sebelumnya menyatakan bahwa dua kapal perusak telah melintasi Selat Hormuz sebagai bagian dari persiapan operasi pembersihan ranjau laut, yang menjadi langkah pertama sejak konflik dimulai. Namun, media pemerintah Iran melaporkan bahwa komando militer gabungan membantah klaim tersebut.
Baca Juga
Perundingan Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tidak Masuk Akal
Internasional
Trump menegaskan bahwa kegagalan perundingan tidak terlepas dari ambisi nuklir Teheran. Ia menyebut isu tersebut sebagai inti dari kebuntuan negosiasi dan menegaskan kesiapan Amerika Serikat untuk mengambil tindakan lebih lanjut.
Amerika Serikat, menurut Trump, siap “menyelesaikan” Iran pada “waktu yang tepat”. Dalam wawancara yang sama, ia juga kembali mengancam akan menyerang infrastruktur sipil dan menyatakan tidak mempermasalahkan ancaman sebelumnya yang menuai kritik luas.
“Seluruh peradaban akan mati malam ini,” demikian ancaman yang sebelumnya disampaikan Trump sebelum pengumuman gencatan senjata.
Langkah blokade ini diperkirakan akan meningkatkan ketidakpastian di pasar energi global, termasuk harga minyak dan gas alam, seiring meningkatnya risiko gangguan distribusi dari salah satu jalur paling vital di dunia.