Perang Dagang Makin Panas, Kanada Berlakukan Tarif Balasan Rp352 Triliun untuk AS

Perang Dagang Makin Panas, Kanada Berlakukan Tarif Balasan Rp352 Triliun untuk AS
Perdana Menteri Kanada Mark Carney ketika berkunjung ke Gedung Putih, 6 Mei 2025. (Foto: The White House)
Ikhtisar
  • Kanada mulai memberlakukan tarif balasan terhadap produk AS senilai US$20 miliar atau sekitar Rp352 triliun pada Selasa (8/9/2026).
  • Kebijakan Ottawa muncul setelah AS menerapkan tarif 50 persen terhadap sejumlah produk utama Kanada.
  • Donald Trump memerintahkan pemerintah AS menghentikan pembelian produk Kanada melalui sistem pengadaan federal.

INFORMASI.COM, Jakarta - Perang dagang antara Amerika Serikat dan Kanada kembali meningkat setelah Ottawa mulai memberlakukan tarif balasan terhadap produk AS senilai US$20 miliar atau sekitar Rp352 triliun pada Selasa (8/9/2026).

Tarif Kanada diberlakukan setelah Amerika Serikat mengambil langkah menaikkan bea masuk hingga 50 persen terhadap sejumlah produk utama Kanada. Kebijakan Washington tersebut menyusul gagalnya perundingan perdagangan antara kedua negara pada bulan lalu.

Kanada memperjelas cakupan kebijakan balasannya. Tarif tersebut hanya dikenakan terhadap barang yang berasal dari Amerika Serikat.

Ottawa juga memastikan pengiriman barang yang sudah berada dalam perjalanan pada hari pemberlakuan tarif tidak terkena kebijakan tersebut.

Langkah Kanada menambah panjang rangkaian kebijakan saling balas yang terjadi sejak pemerintahan Donald Trump memperketat kebijakan perdagangan terhadap negara tetangganya itu.

Thumbnail Trump Larang Semua Pemerintahan AS Beli Produk Kanada, Kenapa?
i

Baca Juga

Trump Larang Semua Pemerintahan AS Beli Produk Kanada, Kenapa?

Internasional

Di tengah berlakunya tarif balasan Kanada, Trump mengambil langkah lain pada Selasa (8/9/2026). Dia memerintahkan badan pengadaan federal AS berhenti membeli produk buatan Kanada.

Trump meminta General Services Administration (GSA) berkoordinasi dengan kantor Perwakilan Dagang AS untuk menghapus produk Kanada dari Multiple Award Schedules, yakni daftar vendor yang telah disetujui untuk memenuhi kebutuhan pengadaan pemerintah.

Nilai kontrak melalui daftar tersebut, menurut Trump, mencapai lebih dari US$50 miliar atau sekitar Rp880 triliun per tahun.

Trump menilai Kanada tidak memberikan akses yang setara bagi perusahaan Amerika untuk memasuki pasar pengadaan pemerintahnya. Dia juga menuding pemerintah federal dan pemerintah provinsi Kanada membatasi usaha kecil serta perusahaan AS untuk menjual produk ke pasar pemerintah Kanada.

"Kanada telah mengeruk keuntungan secara tidak adil dari kita selama bertahun-tahun... Itu bukan timbal balik yang setara, itu adalah penipuan perdagangan oleh Kanada. Mulai sekarang, TANPA TIMBAL BALIK – TANPA AKSES!" tulis Trump di Truth Social.

Thumbnail Donald Trump Ancam Tarif 100 Persen untuk Kanada yang Kian Mesra dengan China
i

Baca Juga

Donald Trump Ancam Tarif 100 Persen untuk Kanada yang Kian Mesra dengan China

Internasional

Trump juga mengaitkan sengketa perdagangan dengan akses produk pertanian dan industri otomotif. Dia menyinggung hambatan terhadap produk susu AS serta menyebut industri otomotif Kanada berkembang karena perjanjian perdagangan yang menurutnya merugikan Amerika Serikat.

"Semua orang tahu bahwa Kanada tidak mengizinkan peternak sapi perah hebat kita menjual produk ke pasar Kanada, dan satu-satunya alasan Kanada memproduksi mobil adalah karena perjanjian perdagangan yang sangat merugikan di masa pemerintahan presiden-presiden sebelumnya," tulis Trump.

Trump berulang kali menjadikan ketimpangan perdagangan sebagai alasan untuk menerapkan tarif terhadap Kanada. Dia juga kerap menuduh Ottawa memperoleh keuntungan yang tidak adil dari hubungan perdagangan dengan Washington.

Eskalasi terbaru itu menunjukkan sengketa AS-Kanada tidak lagi berhenti pada tarif impor. Kebijakan kedua negara kini mencakup pula akses perusahaan masing-masing ke pasar pengadaan pemerintah.

Thumbnail Donald Trump: Iran Negara Gagal dan Sudah Mati, Inflasi 350 Persen
i

Baca Juga

Donald Trump: Iran Negara Gagal dan Sudah Mati, Inflasi 350 Persen

Internasional

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.