Trump Bawa Xi ke National Archives, Mengapa Sejarah Jadi Bagian Diplomasi?

Trump Bawa Xi ke National Archives, Mengapa Sejarah Jadi Bagian Diplomasi?
Trump dan Xi Jinping di Gedung Putih, AS, 24 September 2026. Sumber: WhiteHouse
Ikhtisar
  • • Presiden Amerika Serikat Donald Trump membawa Presiden China Xi Jinping mengunjungi National Archives di Washington, Jumat, 25 September 2026, untuk melihat sejumlah dokumen penting dalam sejarah Amerika dan hubungan kedua negara.
  • • Kunjungan tersebut menjadi penutup rangkaian kunjungan kenegaraan Xi selama tiga hari di Washington, setelah pertemuan bilateral dan jamuan kenegaraan di Gedung Putih.
  • • • Di tengah belum adanya terobosan besar dalam sejumlah persoalan AS–China, sejarah digunakan sebagai simbol untuk menonjolkan kesinambungan hubungan kedua negara dan pesan mengenai arah hubungan bilateral ke depan.

INFORMASI.COM, Jakarta — Presiden Amerika Serikat Donald Trump membawa Presiden China Xi Jinping ke National Archives di Washington, Jumat, 25 September 2026, sehari setelah kedua pemimpin menggelar pertemuan tingkat tinggi di Gedung Putih.

Kunjungan tersebut bukan bagian dari negosiasi utama mengenai perdagangan, teknologi, Taiwan, atau isu keamanan. Namun, pemilihan National Archives menjadi agenda penutup memiliki makna simbolik karena lembaga tersebut menyimpan sejumlah dokumen paling penting dalam sejarah Amerika Serikat, termasuk Declaration of Independence, Konstitusi AS, dan Bill of Rights.

Gedung Putih sebelumnya menyatakan bahwa Trump dan Xi akan melihat berbagai catatan dan dokumen yang berkaitan dengan sejarah hubungan Amerika Serikat dan China. Setelah kunjungan tersebut, Trump dan Ibu Negara Melania Trump dijadwalkan melepas Xi dan istrinya, Peng Liyuan, di National Archives.

Sejarah sebagai Bahasa Diplomasi

Dalam diplomasi tingkat tinggi, lokasi pertemuan dapat membawa pesan yang berbeda dari agenda perundingan formal.

National Archives merupakan tempat penyimpanan dokumen yang menjadi dasar sejarah politik Amerika Serikat. Di Rotunda, tiga dokumen yang dikenal sebagai Charters of Freedom—Declaration of Independence, Konstitusi, dan Bill of Rights dipamerkan secara permanen.

Karena itu, membawa Xi ke tempat tersebut memberikan konteks historis pada kunjungan kenegaraannya. Pesan yang ditampilkan bukan semata-mata mengenai hubungan Washington dan Beijing saat ini, tetapi juga mengenai bagaimana hubungan dua negara besar tersebut ditempatkan dalam narasi sejarah Amerika.

Reuters melaporkan bahwa Trump dan Xi diperkirakan menggunakan kunjungan tersebut untuk menekankan pandangan mengenai sejarah dan arah hubungan kedua negara. Agenda itu menjadi kontras dengan isu-isu konkret yang masih menjadi sumber ketegangan dalam hubungan bilateral.

Thumbnail Demonstrasi New York Memanas, Lebih dari 100 Orang Ditangkap Saat Netanyahu ke PBB
i

Baca Juga

Demonstrasi New York Memanas, Lebih dari 100 Orang Ditangkap Saat Netanyahu ke PBB

Internasional

Bertepatan dengan 250 Tahun Amerika

Pemilihan National Archives juga berlangsung dalam tahun yang sangat simbolis bagi Amerika Serikat.

Pada 4 Juli 2026, AS memperingati 250 tahun kemerdekaannya. National Archives menjadi salah satu pusat perayaan karena lembaga tersebut merupakan penjaga Declaration of Independence dan dokumen-dokumen pendirian negara Amerika.

Museum tersebut juga memiliki pameran permanen The American Story, yang dibuka pada November 2025 menjelang peringatan 250 tahun Amerika. Pameran itu menampilkan lebih dari 40 artefak dan dokumen asli serta menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk membantu pengunjung mengeksplorasi sejarah Amerika.

Dengan demikian, kunjungan Xi berlangsung ketika Washington sedang menggunakan sejarah nasional sebagai bagian penting dari diplomasi publik dan peringatan nasional.

Dari Dokumen Sejarah ke Hubungan AS–China

National Archives juga memiliki koleksi yang berkaitan dengan sejarah diplomasi Amerika Serikat. Pameran The American Story mencakup bagian bernama The Art of Diplomacy, yang menampilkan berbagai dokumen dan artefak diplomatik.

Hal tersebut membuat kunjungan Xi memiliki lapisan makna tambahan. China dan Amerika Serikat tidak hanya berhadapan sebagai dua kekuatan ekonomi dan teknologi pada 2026, tetapi juga sebagai dua negara yang telah membangun hubungan diplomatik selama beberapa dekade.

Sejarah hubungan tersebut mencakup periode kerja sama, persaingan, perubahan hubungan diplomatik, hingga ketegangan perdagangan dan teknologi dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam konteks kunjungan Xi, dokumen sejarah berfungsi sebagai pengingat bahwa hubungan bilateral tidak hanya ditentukan oleh satu pertemuan atau satu perselisihan.

Simbolisme di Tengah Ketegangan

Kunjungan ke National Archives terjadi sehari setelah Trump dan Xi melakukan pembicaraan tertutup selama sekitar 90 menit di Gedung Putih.

Menurut laporan resmi China, kedua pemimpin membahas sejumlah persoalan, termasuk hubungan bilateral, perdagangan, kecerdasan buatan, Timur Tengah, Ukraina, dan Semenanjung Korea.

Namun, Reuters melaporkan pada 25 September 2026 bahwa pertemuan tingkat tinggi tersebut belum menunjukkan terobosan besar dalam sejumlah persoalan utama yang memisahkan Washington dan Beijing. Pertemuan itu lebih banyak menampilkan simbolisme hubungan tingkat tinggi dibandingkan pengumuman kesepakatan besar baru.

Karena itu, kunjungan ke National Archives tidak dapat diperlakukan sebagai pengganti negosiasi substantif. Agenda tersebut lebih tepat dipahami sebagai bagian dari diplomasi simbolik yang mengiringi pertemuan politik tingkat tinggi.

Thumbnail Pertemuan Trump dan Xi Berakhir, Apa yang Sebenarnya Disepakati?
i

Baca Juga

Pertemuan Trump dan Xi Berakhir, Apa yang Sebenarnya Disepakati?

Internasional

Mengapa Sejarah Penting bagi Diplomasi?

Sejarah dapat digunakan dalam diplomasi untuk membangun kerangka cerita bersama mengenai hubungan antarnegara.

Ketika seorang pemimpin asing dibawa melihat dokumen pendirian sebuah negara, tuan rumah tidak hanya memperlihatkan benda bersejarah. Ia juga memperkenalkan bagaimana negara tersebut memahami identitas, institusi, dan perjalanan politiknya.

Dalam kasus kunjungan Xi, pesan tersebut muncul bersamaan dengan upaya Washington dan Beijing mempertahankan komunikasi langsung meski terdapat perbedaan mengenai perdagangan, teknologi, Taiwan dan sejumlah isu keamanan.

National Archives akhirnya menjadi lebih dari sekadar destinasi wisata dalam rangkaian kunjungan Xi. Tempat itu menjadi panggung simbolik untuk memperlihatkan bahwa hubungan Amerika Serikat dan China memiliki sejarah panjang, serta masa depannya masih sedang dinegosiasikan.

Namun, simbol sejarah tidak dengan sendirinya menghasilkan kesepakatan politik. Perdagangan, teknologi, Taiwan, keamanan dan isu strategis lainnya tetap ditentukan melalui negosiasi dan kebijakan konkret setelah pertemuan para pemimpin kedua negara.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.