Realisasi THR ASN 2026 Baru 66,4 Persen, Pusat Hampir Tuntas, Daerah Masih Tertinggal

Realisasi THR ASN 2026 Baru 66,4 Persen, Pusat Hampir Tuntas, Daerah Masih Tertinggal
Ilustrasi dibuat menggunakan Chatgpt
Ikhtisar
  • Penyaluran THR ASN 2026 mencapai Rp36,54 triliun atau 66,4 persen dari total anggaran Rp55 triliun.
  • Pemerintah pusat mencatat realisasi tinggi, sementara penyaluran THR di daerah masih di bawah 40 persen.
  • THR pensiunan hampir rampung dengan realisasi mencapai 97,92 persen hingga pertengahan Maret 2026.

INFORMASI.COM, Jakarta - Penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi aparatur sipil negara (ASN) pada 2026 masih berlangsung bertahap. Hingga Senin (16/3/2026), realisasi anggaran baru mencapai Rp36,54 triliun atau sekitar 66,4 persen dari total alokasi Rp55 triliun.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Deni Surjantoro, menyampaikan bahwa pada level pemerintah pusat, pembayaran THR telah mencapai Rp18,28 triliun untuk 2,45 juta ASN per pukul 13.00 WIB.

“Secara keseluruhan jumlah satuan kerja, yang sudah membayarkan THR sebanyak 8.888 Kementerian/Lembaga,” kata Deni di Jakarta, Senin (16/3/2026).

Dari total tersebut, pembayaran kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) mencapai Rp10,07 triliun untuk 923.354 pegawai. Pemerintah juga menyalurkan Rp1,02 triliun kepada 394.670 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Selain itu, anggota Polri menerima THR sebesar Rp3,42 triliun untuk 489.552 personel, sedangkan prajurit Tentara Nasional Indonesia memperoleh Rp3,43 triliun untuk 577.899 personel. Adapun pegawai pemerintah non-pegawai negeri (PPNPN) menerima Rp338,2 miliar untuk 71.646 pegawai.

Adapun, penyaluran THR untuk pensiunan tercatat hampir selesai. Hingga 11 Maret 2026, realisasi mencapai Rp11,9 triliun yang diberikan kepada 3.654.668 pensiunan atau setara 97,92 persen dari target.

Penyaluran tersebut dilakukan melalui PT Taspen sebesar Rp10,49 triliun kepada 3.149.868 pensiunan dan PT Asabri sebesar Rp1,44 triliun kepada 504.800 pensiunan.

Thumbnail Walikota Tasikmalaya Digeruduk, THR ASN Belum Cair, Baru Cair setelah Idulfitri atau April 2026?
i

Baca Juga

Walikota Tasikmalaya Digeruduk, THR ASN Belum Cair, Baru Cair setelah Idulfitri atau April 2026?

Nasional

ASN Pemda Masih Was-was

Berbeda dengan pemerintah pusat, realisasi THR di tingkat daerah masih relatif rendah. Hingga 16 Maret 2026, pemerintah daerah baru menyalurkan Rp6,32 triliun kepada 1.479.991 pegawai. Jumlah itu dilaporkan oleh 217 pemerintah daerah dari total 546 daerah, atau sekitar 39,74 persen dari target.

Di Kota Tasikmalaya, sejumlah pengguna media sosial secara terbuka menyampaikan kritik dan tuntutan kepada pemerintah daerah terkait belum cairnya THR ASN.

Akun @nursita_tauziri meminta isu ini mendapat perhatian serius. 

“Media tidak minta kah bikin highlight: Perdana dalam sejarah, THR PNS mandeg, Viman waktunya evaluasi kinerja,” tulisnya di kolom komentar, Senin (16/3/2026).

Keluhan serupa juga disampaikan akun lain yang mengaku kesulitan membiayai kebutuhan mudik.

“Pak saya mau mudik, tapi THR belum cair pak,” tulis @rahmatmitasari.

Keresahan juga datang dari tenaga kesehatan yang mempertanyakan kejelasan hak mereka di tengah padatnya jadwal kerja menjelang Lebaran.

“Apa kabar THR ASN Nakes pak Viman? Seharusnya ada kejelasan bahasa (informasi), baru kepemimpinan sekarang THR tidak jelas seperti ini,” tulis @widiatrietno.

Tangkapan layar komentar Netizen THR ASN Nakes Kota Tasikmalaya
Tangkapan layar komentar Netizen THR ASN Nakes Kota Tasikmalaya

Pemkot Tasikmalaya sebelumnya menyatakan pencairan THR tahun ini dilakukan secara bertahap karena kas daerah belum mencukupi.

Bukan cuma itu, ASN pun hanya menerima 50 persen dari komponen tunjangan penghasilan pegawai (TPP). Total kebutuhan anggaran untuk pembayaran THR diperkirakan mencapai Rp40 miliar, sementara dana yang tersedia baru sekitar Rp24 miliar.

Keterbatasan tersebut dipengaruhi oleh kecilnya dana transfer dari pemerintah pusat pada bulan berjalan yang hanya sekitar Rp400 juta.

Pemerintah daerah kemudian memprioritaskan pencairan tahap awal bagi tenaga kependidikan dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Pembayaran kelompok ini dijadwalkan pada 16 Maret 2026 dengan nilai sekitar Rp17 miliar atau setara satu kali gaji.

Sementara itu, tenaga harian lepas (THL) dan PNS di luar tenaga kependidikan tetap akan menerima THR, namun pencairannya direncanakan berlangsung pada April 2026 menyesuaikan kondisi keuangan daerah.

Thumbnail Asyiknya ASN, Polri, TNI: THR Sudah Cair, Gaji ke-13 Disalurkan Juni 2026
i

Baca Juga

Asyiknya ASN, Polri, TNI: THR Sudah Cair, Gaji ke-13 Disalurkan Juni 2026

Nasional

Airlangga Klaim THR Dicairkan Mulai 26 Februari

Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan total anggaran THR ASN 2026 sebesar Rp55 triliun, meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp49 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa penyaluran THR telah dimulai secara bertahap sejak 26 Februari 2026 atau pekan pertama Ramadan.

Airlangga menjelaskan alokasi tersebut mencakup 2,4 juta ASN pemerintah pusat termasuk TNI dan Polri dengan anggaran Rp22,2 triliun, 4,3 juta ASN pemerintah daerah sebesar Rp20,2 triliun, serta 3,8 juta pensiunan dengan anggaran Rp12,7 triliun.

Di sisi lain, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan kewajiban perusahaan untuk membayarkan THR kepada pekerja paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Ia menyatakan ketentuan tersebut tetap mengacu pada regulasi yang berlaku dan pemerintah akan memberikan sanksi kepada perusahaan yang tidak memenuhi kewajiban pembayaran THR sesuai batas waktu yang ditetapkan.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.