- • Sebanyak 21.801 unit sepeda motor untuk program Makan Bergizi Gratis sudah datang.
- • Badan Gizi Nasional (BGN) mengatakan sepeda motor belum semuanya tiba karena pesanan sesungguhnya 25.000 unit pada 2025.
- • Sepeda motor itu akan dibagikan kepada untuk operasional Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah-daerah terpencil.
INFORMASI.COM, Jakarta – Pemerintah terus mematangkan skema operasional program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar hingga ke pelosok negeri. Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah pengadaan ribuan unit sepeda motor untuk menunjang mobilitas petugas di lapangan.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memesan sebanyak 25.000 unit motor. Dari jumlah itu, realisasi pengadaan hingga saat ini mencapai 21.801 unit. Seluruh kendaraan roda dua itu rencananya didistribusikan pada tahun 2025.
"Kita akan distribusikan nanti untuk operasional, seluruh orang yang ada di SPPG, terutama di daerah-daerah yang sulit," ujar Dadan kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (9/4).
Pernyataan itu ia sampaikan di sela-sela kesibukannya jelang taklimat bersama Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga
Viral 70 Ribu Motor Berlogo BGN di Medsos, Kepala BGN: Hoaks, cuma 21 Ribu Unit!
Nasional
Menurut Dadan, urgensi pengadaan motor ini bukan tanpa alasan. Jangkauan program MBG memang dirancang untuk menembus wilayah-wilayah dengan medan berat dan infrastruktur jalan yang kurang memadai. Di titik-titik inilah, kendaraan beroda empat kerap kesulitan melintas.
"Program ini kan menjangkau daerah-daerah yang akan sangat sulit, menjangkau desa-desa, daerah-daerah yang memang hanya bisa dengan motor," tambahnya.
Dengan kata lain, motor-motor tersebut akan difungsikan sebagai alat transportasi utama bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memastikan proses penyaluran MBG berjalan lancar tanpa hambatan logistik.
Meski realisasi pengadaan belum mencapai angka 100 persen dari target awal, BGN memastikan tidak akan menambah unit motor untuk tahun ini. Dadan menyebut bahwa fokus saat ini lebih diarahkan pada penyelesaian distribusi unit yang sudah tersedia.
Baca Juga
Klaim Banyak Hoaks soal MBG, BGN Siapkan Strategi Pengendalian Isu dan Cara Komunikasi
Nasional
Proses Administrasi Menjadi Kendala Distribusi
Dalam keterangannya sehari sebelumnya, Selasa (8/4), Dadan telah memastikan bahwa sepeda motor yang dianggarkan sejak 2025 tersebut belum dibagikan secara resmi kepada para kepala SPPG. Penyebabnya bukan karena kekurangan unit, melainkan karena masih adanya proses administrasi yang harus ditempuh.
Ia menjelaskan bahwa sebelum dapat digunakan di lapangan, seluruh kendaraan yang telah tersedia itu harus lebih dulu ditetapkan statusnya sebagai Barang Milik Negara (BMN). Proses ini merupakan prosedur baku yang tidak bisa dilewati, guna memastikan akuntabilitas aset pemerintah.
"Proses realisasi pengadaan motor secara bertahap dimulai pada Desember 2025," kata Dadan, merujuk pada awal mula pengadaan kendaraan tersebut.
Pernyataan itu sekaligus menjadi klarifikasi atas video yang beredar luas di sejumlah media sosial. Dalam rekaman tersebut, tampak sejumlah sepeda motor yang dilengkapi dengan logo BGN. Dadan menegaskan bahwa kendaraan yang terlihat dalam video memang benar milik BGN, namun statusnya belum bisa dioperasikan hingga seluruh proses administrasi BMN selesai.
Baca Juga
BGN: MBG Anak Sekolah Lima Hari Menunya Fresh, Wilayah 3T Dapat Makanan Kering
Nasional