- • Dokumen resmi AS mencatat rencana pembunuhan Sukarno pernah dipertimbangkan di lingkungan CIA.
- • Kesaksian mantan pejabat CIA Richard Bissell menyebut perencanaan hanya sampai tahap mengidentifikasi calon aset yang mungkin direkrut.
- • Arsip CIA dan Departemen Luar Negeri AS juga memperlihatkan bagaimana lembaga-lembaga Amerika memantau pergolakan politik Indonesia menjelang dan setelah G30S.
INFORMASI.COM, Jakarta - Hubungan Amerika Serikat dengan Presiden Sukarno sudah lama diwarnai ketegangan sebelum Gerakan 30 September 1965 atau G30S terjadi. Sejumlah dokumen pemerintah Amerika Serikat yang kini telah dideklasifikasi menunjukkan bahwa kekhawatiran terhadap Sukarno bukan hanya muncul dalam percakapan diplomatik, tetapi juga berkaitan dengan kemungkinan tindakan rahasia terhadap dirinya.
Salah satu dokumen paling penting berasal dari laporan Senate Select Committee to Study Governmental Operations with Respect to Intelligence Activities, yang dikenal sebagai Church Committee. Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa komite memperoleh bukti mengenai keterlibatan CIA dalam rencana pembunuhan Presiden Indonesia Sukarno.
Baca dokumen CIA tentang laporan Church Committee dan rencana pembunuhan Sukarno
Rencana Pembunuhan Sukarno Pernah Dipertimbangkan
Dokumen tersebut mencatat kesaksian Richard Bissell, mantan Deputy Director for Plans CIA. Bissell mengatakan rencana pembunuhan Sukarno memang pernah dipertimbangkan oleh CIA.
Namun, keterangan itu juga memberikan batas penting mengenai sejauh mana rencana tersebut berjalan. Menurut Bissell, proses perencanaan tidak berkembang menjadi operasi pembunuhan yang matang. Tahapnya disebut hanya sampai pada upaya mengidentifikasi seseorang yang kemungkinan dapat direkrut sebagai aset untuk membunuh Sukarno.
Dokumen yang sama juga membedakan rencana pembunuhan tersebut dengan bantuan senjata kepada kelompok-kelompok pembangkang di Indonesia. Menurut kesaksian Bissell, senjata yang diberikan kepada kelompok dissident tersebut tidak dimaksudkan untuk menjalankan rencana pembunuhan Sukarno.
Dengan demikian, dokumen resmi tersebut menjadi penting karena menunjukkan adanya pertimbangan mengenai pembunuhan Sukarno, tetapi sekaligus tidak dapat digunakan sebagai bukti bahwa pembunuhan itu pernah dilaksanakan.
Kekhawatiran CIA terhadap Sukarno Sudah Muncul Sebelumnya
Hubungan antara Washington dan Sukarno memang telah mengalami ketegangan sebelum G30S.
Dokumen Foreign Relations of the United States yang diterbitkan oleh Office of the Historian, U.S. Department of State, mencatat percakapan pada Februari 1965 antara Sukarno dan Duta Besar AS Howard P. Jones.
Dalam percakapan tersebut, Sukarno menyampaikan tuduhan mengenai keterlibatan CIA dalam konspirasi terhadap dirinya. Jones kemudian melaporkan bahwa ia secara tegas menyangkal CIA terlibat dalam operasi untuk menjatuhkan Sukarno.
Beberapa pekan kemudian, persoalan tersebut kembali muncul dalam komunikasi pemerintah Amerika. Memorandum tertanggal 13 Maret 1965 mencatat usulan agar Presiden Lyndon B. Johnson mengirim pesan kepada Sukarno, salah satunya untuk meyakinkan bahwa CIA tidak memiliki niat membunuhnya.
Baca memorandum resmi AS, 13 Maret 1965, mengenai kekhawatiran Sukarno terhadap CIA
Dokumen tersebut menunjukkan bahwa kekhawatiran mengenai kemungkinan ancaman CIA terhadap Sukarno sudah menjadi persoalan diplomatik sebelum G30S.
CIA Mencatat Ketegangan Sukarno, Angkatan Darat, dan PKI
Selain dokumen mengenai dugaan rencana pembunuhan, CIA juga menghasilkan berbagai analisis mengenai kondisi politik Indonesia pada 1965.
Salah satunya adalah memorandum Political Forces in Indonesia. Dokumen tersebut menggambarkan posisi Sukarno, Angkatan Darat, dan PKI dalam situasi politik yang semakin tegang.
Dalam analisis itu disebutkan bahwa pimpinan Angkatan Darat melihat dua kemungkinan untuk menghentikan kecenderungan Indonesia bergerak ke arah komunisme. Salah satunya adalah jika Sukarno meninggal, sementara kemungkinan lainnya adalah munculnya tindakan kekerasan dari PKI yang kemudian dapat dijadikan alasan bagi Angkatan Darat untuk melakukan tindakan balasan.
Baca dokumen CIA “Political Forces in Indonesia”
Poin tersebut perlu dibaca secara hati-hati. Dokumen itu merupakan analisis intelijen CIA mengenai
pandangan politik Angkatan Darat Indonesia, bukan dokumen yang menunjukkan bahwa CIA memberikan perintah kepada Angkatan Darat untuk membunuh Sukarno.
Perbedaan tersebut penting karena pembahasan mengenai rencana pembunuhan Sukarno dan keterlibatan CIA dalam G30S sering kali dicampur menjadi satu narasi.
Baca Juga
Hari Ini Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Apa Itu? Apa Hubungannya dengan G30S?
Nasional
CIA Memantau Situasi Beberapa Hari Setelah G30S
Pada 1 Oktober 1965, CIA telah mengirim laporan mengenai perkembangan Gerakan 30 September di Jakarta. Laporan tersebut kemudian masuk dalam kumpulan dokumen Foreign Relations of the United States.
Laporan itu menyebut kelompok yang menamakan dirinya Gerakan 30 September mengklaim telah menggagalkan apa yang disebut sebagai kudeta para jenderal. Sejumlah jenderal dan tokoh politik ditangkap, sementara kediaman Menteri Pertahanan Jenderal A.H. Nasution dan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Ahmad Yani berada dalam pengawasan.
Laporan tersebut juga mencatat bahwa Gerakan 30 September mengklaim aksinya berkaitan dengan upaya menyelamatkan Sukarno.
Baca laporan CIA 1 Oktober 1965 dalam arsip U.S. Department of State
Seiring berjalannya waktu, CIA terus membuat laporan mengenai perubahan posisi Sukarno dan kekuatan Angkatan Darat.
Dalam laporan CIA pada 22 Oktober 1965, misalnya, disebutkan bahwa Sukarno masih berusaha mengambil kembali inisiatif politik, tetapi belum mampu mengembalikan kendali politik seperti sebelumnya.
Baca laporan CIA tentang situasi Indonesia pada 22 Oktober 1965
Tuduhan Keterlibatan CIA Juga Muncul di Indonesia
Ketegangan mengenai dugaan keterlibatan CIA tidak berhenti setelah G30S.
Dalam laporan CIA tertanggal 11 November 1965, disebutkan bahwa pimpinan Angkatan Darat mengirim surat kepada Sukarno yang meminta tuduhan mengenai kolusi antara Angkatan Darat dan CIA diselidiki.
Isi laporan tersebut penting karena menunjukkan bahwa tuduhan keterlibatan CIA memang menjadi bagian dari pertarungan politik pada saat itu. Namun, dokumen tersebut merupakan laporan intelijen mengenai adanya tuduhan, bukan bukti bahwa tuduhan tersebut terbukti benar.
Baca laporan CIA 11 November 1965 mengenai tuduhan kolusi Angkatan Darat dan CIA
Pada 16 November 1965, laporan CIA lainnya mencatat perkembangan tekanan terhadap Sukarno. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa Sukarno mengeluarkan perintah untuk menyingkirkan pegawai pemerintahan yang dianggap terlibat langsung maupun tidak langsung dalam Gerakan 30 September.
CIA juga mencatat bahwa perintah tersebut ditandatangani Jenderal Soeharto atas nama Sukarno. Laporan itu menilai situasi tersebut menunjukkan besarnya tekanan Angkatan Darat terhadap Sukarno.
Baca laporan CIA 16 November 1965 mengenai tekanan terhadap Sukarno
Dokumen CIA Tidak Otomatis Membuktikan CIA Merancang G30S
Rangkaian dokumen tersebut memperlihatkan beberapa fakta yang berbeda.
Pertama, terdapat catatan resmi mengenai rencana pembunuhan Sukarno yang pernah dipertimbangkan dalam lingkungan CIA, berdasarkan kesaksian Richard Bissell yang dicatat Church Committee.
Kedua, terdapat dokumen diplomatik yang menunjukkan bahwa kekhawatiran Sukarno terhadap CIA sudah menjadi persoalan hubungan Indonesia-Amerika sebelum G30S.
Ketiga, terdapat berbagai laporan CIA mengenai perkembangan Gerakan 30 September, konflik antara Sukarno dan Angkatan Darat, serta perubahan kekuasaan setelah peristiwa tersebut.
Namun, keberadaan dokumen-dokumen tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa CIA merancang atau menjalankan G30S. Bahkan laporan CIA pada 1 Oktober 1965 sendiri merupakan laporan situasi yang mencoba menilai siapa saja yang berada di balik gerakan tersebut, sementara sejumlah hal masih belum jelas pada saat laporan dibuat.
Dokumen-dokumen resmi Amerika Serikat tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana Washington memandang situasi Indonesia pada periode yang sangat menentukan, sekaligus memperlihatkan bahwa isu mengenai kemungkinan ancaman terhadap Sukarno telah muncul sebelum G30S.
Baca Juga
G30S 1965, Pembubaran PKI, dan Jalan Soeharto Ambil Alih Kekuasaan dari Soekarno
Nasional