- • Dugaan penyalahgunaan kode QRIS milik pedagang untuk transaksi judi online menjadi perhatian setelah kasusnya ramai dibicarakan di media sosial pada Oktober 2026.
- • Pembeli diimbau memeriksa nama penerima yang muncul pada aplikasi pembayaran sebelum menyelesaikan transaksi.
- • Penyalahgunaan QRIS berpotensi merugikan pedagang dan konsumen, terutama jika identitas penerima pembayaran tidak sesuai dengan pihak yang seharusnya menerima uang.
INFORMASI.COM, Jakarta – Masyarakat diminta lebih cermat saat menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk melakukan pembayaran di toko, warung, maupun tempat usaha lainnya. Imbauan ini muncul setelah dugaan penyalahgunaan QRIS pedagang untuk transaksi judi online ramai dibicarakan di media sosial pada Oktober 2026.
Dalam pembayaran menggunakan QRIS, konsumen cukup memindai kode yang tersedia di tempat usaha melalui aplikasi pembayaran. Setelah memindai kode, aplikasi biasanya menampilkan informasi penerima sebelum transaksi diselesaikan.
Tahap tersebut perlu diperhatikan untuk memastikan pembayaran ditujukan kepada pihak yang benar. Jika nama penerima yang muncul tidak sesuai dengan nama pedagang atau usaha tempat bertransaksi, konsumen sebaiknya tidak langsung melanjutkan pembayaran.
Isu penyalahgunaan QRIS ini menjadi perhatian karena kode pembayaran digital dapat digunakan dalam berbagai transaksi. Namun, dugaan yang beredar di media sosial perlu dibedakan dari kasus yang telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan resmi.
Periksa Nama Penerima Sebelum Membayar
Salah satu langkah yang dapat dilakukan konsumen untuk menghindari kesalahan pembayaran adalah memeriksa identitas penerima setelah memindai kode QRIS.
Nama penerima yang ditampilkan aplikasi perlu dicocokkan dengan informasi yang diberikan pedagang. Jika terdapat perbedaan, konsumen dapat meminta konfirmasi sebelum memasukkan PIN atau menyetujui transaksi.
Pemeriksaan tersebut juga membantu mengurangi risiko pembayaran masuk ke rekening atau akun yang tidak dimaksudkan. Konsumen sebaiknya tidak hanya mengandalkan tampilan kode QR yang tersedia di meja kasir, karena informasi penerima yang muncul di aplikasi menjadi bagian penting dalam proses verifikasi.
Apabila nama penerima tidak sesuai, konsumen dapat meminta pedagang memeriksa kode QR yang digunakan. Jika keraguan belum teratasi, pembayaran sebaiknya ditunda sampai identitas penerima dipastikan.
Setelah transaksi berhasil, konsumen juga disarankan memeriksa bukti pembayaran untuk memastikan nominal dan tujuan transfer sudah benar.
QRIS Bisa Disalahgunakan dalam Transaksi Ilegal
QRIS merupakan standar pembayaran menggunakan kode QR yang memungkinkan konsumen melakukan transaksi melalui berbagai aplikasi pembayaran yang mendukung sistem tersebut. Penggunaannya mempermudah pembayaran tanpa perlu menyerahkan uang tunai.
Namun, seperti instrumen pembayaran lainnya, sistem pembayaran digital dapat disalahgunakan oleh pihak tertentu. Penyalahgunaan dapat melibatkan penggunaan kode pembayaran yang tidak sesuai dengan tujuan transaksi atau pemanfaatan akun pihak lain untuk menerima dana.
Dalam konteks judi online, transaksi pembayaran digital dapat menjadi salah satu jalur untuk memindahkan dana. Meski demikian, keberadaan QRIS di suatu tempat usaha tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa pedagang tersebut terlibat dalam aktivitas perjudian.
Karena itu, dugaan penyalahgunaan perlu ditelusuri berdasarkan bukti transaksi, identitas penerima, dan hasil pemeriksaan pihak berwenang. Pedagang yang kode QRIS-nya diduga dicatut juga perlu diberi kesempatan untuk memberikan keterangan dan melaporkan kejadian tersebut.
Baca Juga
Komdigi Bidik Transaksi dan Aliran Dana Judi Online, Meutya: 200 Ribu Anak Terpapar Judol
Nasional
Pedagang Perlu Memeriksa Kode QRIS
Selain konsumen, pemilik usaha juga perlu memastikan kode QRIS yang dipasang di tempat pembayaran benar-benar terhubung dengan akun usaha mereka.
Pedagang dapat memeriksa kode QR yang digunakan, memastikan informasi merchant sesuai, serta mencocokkan transaksi masuk dengan catatan penjualan. Jika ditemukan pembayaran yang tidak dikenal atau aktivitas mencurigakan, pedagang sebaiknya segera menghubungi penyedia jasa pembayaran untuk meminta pemeriksaan.
Pemilik usaha juga perlu memperhatikan kondisi fisik kode QR yang dipasang di meja kasir atau area pembayaran. Jika kode terlihat tertutup, ditimpa, atau diganti dengan stiker lain, pedagang sebaiknya memeriksa keasliannya sebelum kembali menerima pembayaran.
Langkah tersebut penting untuk mencegah konsumen membayar ke pihak yang salah sekaligus melindungi reputasi usaha. Pedagang sebaiknya menyimpan bukti transaksi dan dokumentasi terkait apabila menemukan indikasi penyalahgunaan.
Laporkan Transaksi yang Mencurigakan
Jika konsumen atau pedagang menemukan transaksi QRIS yang diduga berkaitan dengan aktivitas ilegal, mereka dapat menghubungi penyedia jasa pembayaran yang digunakan untuk meminta penelusuran. Bukti transaksi, waktu pembayaran, nominal, dan informasi penerima dapat membantu proses pemeriksaan.
Apabila terdapat dugaan tindak pidana, laporan juga dapat disampaikan kepada aparat penegak hukum melalui saluran resmi. Masyarakat sebaiknya tidak menyebarkan tuduhan terhadap pedagang tertentu tanpa bukti yang dapat diverifikasi.
Penggunaan pembayaran digital tetap dapat dilakukan dengan aman selama konsumen dan pedagang menerapkan pemeriksaan dasar sebelum serta sesudah transaksi. Memastikan nama penerima, memeriksa nominal, dan menyimpan bukti pembayaran menjadi langkah sederhana untuk mengurangi risiko salah transfer maupun penyalahgunaan kode QRIS.
Di tengah meningkatnya penggunaan pembayaran digital, kewaspadaan terhadap identitas penerima menjadi bagian penting dari perlindungan konsumen. Namun, dugaan penyalahgunaan QRIS untuk judi online tetap perlu ditangani berdasarkan bukti dan hasil pemeriksaan, bukan semata-mata informasi yang beredar di media sosial.
Baca Juga
Anggota DPR Minta Dana Judi Online Masuk RUU Perampasan Aset: Transaksi Triliunan, Aset yang Disita Cuma Miliaran
Nasional