John Herdman Janji akan Bangun Dream Team untuk Timnas Indonesia

John Herdman Janji akan Bangun Dream Team untuk Timnas Indonesia
John Herdman, pelatih Timnas Indonesia.
Ikhtisar
  • Pelatih timnas Indonesia John Herdman mengakui skuad ideal atau dream team Garuda belum terbentuk sepenuhnya.
  • Herdman menegaskan pencarian tim terbaik Indonesia untuk target lolos ke Piala Dunia 2030 merupakan proses jangka panjang.
  • Ia menyebut pemain lokal dan diaspora baru masih berpeluang muncul.

INFORMASI.COM, Jakarta - Pelatih timnas Indonesia John Herdman mengakui bahwa ia belum menemukan bentuk final dari skuad terbaik atau dream team Garuda. Setelah kekalahan 0-1 dari Bulgaria pada final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin, Herdman menegaskan bahwa pembentukan tim ideal untuk mengejar target Piala Dunia 2030 masih berada dalam tahap awal.

Bagi Herdman, pencarian tim terbaik bukan proses yang selesai dalam satu atau dua pertandingan. Ia melihat proyek Indonesia sebagai perjalanan panjang yang akan diisi evaluasi, pergantian pemain, dan kemunculan nama-nama baru yang belum tentu sudah terlihat saat ini.

Pelatih asal Kanada itu mengatakan sebagian pemain yang ada saat ini akan bertahan, tetapi sebagian lainnya bisa tergeser seiring waktu. Menurut dia, target menuju 2030 menuntut Indonesia bukan hanya memiliki pemain berkualitas, tetapi juga pemain dengan mental bertarung dan dorongan kuat untuk membawa negara ini ke level tertinggi.

“Beberapa pemain akan bertahan, beberapa lainnya akan muncul. Kami harus memenangkan pertandingan, dan saya harus menemukan pemain dengan hasrat besar, naluri pembunuh, dan keinginan untuk berjuang demi Indonesia, untuk lolos ke 2030. Itu misi kami,” kata Herdman dalam jumpa pers pasca pertandingan.

Thumbnail Hasil Indonesia vs Bulgaria 0-1: Garuda Dominan di Final FIFA Series 2026, Kalah Lewat Penalti
i

Baca Juga

Hasil Indonesia vs Bulgaria 0-1: Garuda Dominan di Final FIFA Series 2026, Kalah Lewat Penalti

Olahraga

Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa Herdman belum melihat skuad Indonesia saat ini sebagai komposisi yang benar-benar final. Ia justru memandang fase sekarang sebagai masa seleksi alam, ketika pemain harus membuktikan kapasitas, karakter, dan konsistensi untuk bertahan dalam proyek jangka panjang.

Untuk menjelaskan proses itu, Herdman lalu menarik perbandingan dengan pengalamannya saat mulai menangani tim nasional Kanada pada 2018. Saat itu, ia juga belum memiliki gambaran pasti mengenai siapa saja pemain yang akan menjadi inti tim.

Seiring berjalannya waktu, Kanada kemudian menemukan bentuk terbaiknya. Nama-nama seperti Alphonso Davies, Jonathan David, dan Tajon Buchanan muncul sebagai pilar utama yang kemudian mengantar negara itu kembali ke panggung Piala Dunia.

Dengan pengalaman tersebut, Herdman menilai Indonesia juga sedang berada di titik awal yang serupa. Ia percaya perjalanan menuju 2030 akan menghadirkan pemain-pemain baru yang mungkin belum sepenuhnya muncul ke permukaan saat ini.

Menurut dia, sumber talenta Indonesia tidak hanya akan datang dari pemain yang berkembang di dalam negeri, tetapi juga dari pemain keturunan atau diaspora yang berkarier di Eropa. Karena itu, peta kekuatan tim nasional masih sangat mungkin berubah dalam beberapa tahun ke depan.

“Indonesia juga baru memulai. Akan ada pemain baru yang muncul, baik dari Eropa maupun lokal. Dony Tri memiliki potensi besar. Rizky Ridho dan Beckham Putra juga menunjukkan kepercayaan diri tinggi,” ucap Herdman.

Thumbnail John Herdman Puji Ole Romeny dan Beckham Putra usai Indonesia Hajar Saint Kitts and Nevis
i

Baca Juga

John Herdman Puji Ole Romeny dan Beckham Putra usai Indonesia Hajar Saint Kitts and Nevis

Olahraga

Ucapan tersebut menunjukkan bahwa Herdman mulai melihat beberapa fondasi yang bisa dipertahankan dalam proyek timnas. Dony Tri Pamungkas, Rizky Ridho, dan Beckham Putra menjadi tiga nama yang secara terbuka ia soroti setelah rangkaian pertandingan FIFA Series 2026.

Namun, Herdman juga menegaskan bahwa pujian terhadap pemain-pemain itu bukan berarti komposisi tim telah terkunci. Ia justru menempatkan perkembangan pemain sebagai proses yang bergantung pada pembinaan, latihan, dan lingkungan kompetitif yang tepat.

“Saya percaya pada mereka. Mereka akan terus berkembang dengan pelatihan dan lingkungan yang tepat. Tim ini akan berubah seiring waktu. Tidak ada “dream team" saat ini, tim ini akan terus berkembang dan membaik,” kata dia.

Kalimat itu sekaligus menegaskan filosofi kerja Herdman. Ia tidak sedang mencari skuad instan, melainkan membangun tim yang bertumbuh secara bertahap hingga mencapai bentuk paling matang pada waktunya.

Dalam bagian lain, pelatih kelahiran Consett, Inggris, itu juga menolak menempatkan dirinya sebagai tokoh utama di balik keberhasilan sebuah tim nasional. Ia mencontohkan pengalamannya saat membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022, yang mengakhiri penantian selama 36 tahun.

Menurut Herdman, keberhasilan tersebut bukan semata hasil kerja pelatih, melainkan buah dari kualitas dan keberanian para pemain saat menghadapi tekanan besar. Ia memandang peran pelatih lebih sebagai pembimbing dan fasilitator, bukan pusat dari semua pencapaian.

“Di Kanada, yang membawa tim ke Piala Dunia adalah para pemain, bukan pelatih. Pelatih hanya membimbing, mendukung, dan memberdayakan. Para pemainlah yang mengambil alih saat momen sulit. Itulah yang akan saya bangun di sini,” kata dia.

Thumbnail John Herdman Apresiasi Shin Tae Yong dan Patrick Kluivert: Ikut Bangun Fondasi Timnas!
i

Baca Juga

John Herdman Apresiasi Shin Tae Yong dan Patrick Kluivert: Ikut Bangun Fondasi Timnas!

Olahraga

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.