Super El Nino Bikin Indonesia Terancam Kemarau Panjang hingga Pertengahan 2027

Super El Nino Bikin Indonesia Terancam Kemarau Panjang hingga Pertengahan 2027
Grafik El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga 2027

Traktir Redaksi

Suka dengan artikel ini? Dukung jurnalisme Informasi.com dengan scan QRIS di bawah melalui m-banking atau e-wallet.

QRIS Media Informasi Dunia Simpan QRIS
Ikhtisar
  • • Prof. Erma Yulihastin memperingatkan potensi Super El Nino dengan intensitas melampaui 4 derajat Celsius.
  • • Pemanasan ekstrem di Pasifik timur menjadi salah satu indikator penguatannya.
  • • ECMWF memperkirakan puncak El Nino bergeser ke Januari 2027. Sementara itu, proyeksi IRI Columbia menunjukkan fenomena ini berpotensi bertahan hingga musim semi 2027.

INFORMASI.COM, Jakarta - Ancaman Super El Nino pada 2027 semakin menjadi perhatian peneliti iklim. Pemanasan di Samudra Pasifik terus menguat, bahkan sejumlah proyeksi menunjukkan fenomena tersebut berpotensi mencapai intensitas lebih dari 4 derajat Celsius pada awal tahun depan.

Peringatan itu disampaikan Prof. Dr. Erma Yulihastin, profesor di BRIN, melalui akun media sosialnya. Ia menilai perkembangan suhu di kawasan Pasifik menunjukkan penguatan El Nino yang belum mencapai puncaknya.

"Super El Nino semakin meningkat, hampir menyentuh level 3 derajat Celsius. Bahkan, intensitasnya diprediksi dapat melampaui 4 derajat Celsius," tulis Erma di akun X miliknya, Sabtu (7/11/2026).

Menurut dia, pemanasan tertinggi saat ini masih terkonsentrasi di kawasan Pasifik bagian timur. Suhu di wilayah tersebut bahkan telah melampaui 5 derajat Celsius berdasarkan indikator yang dipantaunya.

Kondisi itu menunjukkan distribusi panas di Samudra Pasifik belum sepenuhnya bergerak ke wilayah barat. Pergerakan massa air hangat tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan untuk membaca perkembangan El Nino dalam beberapa bulan mendatang.

Menurut Erma Yulihastin, sejumlah ilmuwan telah memprediksi super El Nino kali ini berlangsung hingga Maret 2026.

"Ya, ilmuwan telah memprediksi super El Nino tahun 2026 akan memiliki durasi terlama (8 bulan) dari Agustus 2026 hingga Maret 2027. Dibandingkan dengan 1997 dan 2015 yang memiliki durasi super 6 bulan. Artinya, kemarau tahun 2027, El Nino kuat masih berpotensi terbentuk. Padahal Karhutla belum tuntas penanganannya. Agar bersiap untuk kemarau tahun depan, cegah jangan sampai Karhutla parah lagi," kata Erma di akun X miliknya.

Ia juga menampilkan empat grafik pemantauan iklim yang diterbitkan Biro Meteorologi Australia (Bureau of Meteorology/BOM).

Dua indikator yang ditampilkan, yakni Relative Niño2 dan Relative Niño3, memperlihatkan kenaikan tajam sepanjang 2026. Berdasarkan data mingguan hingga 1 November 2026, kedua indeks tersebut sudah berada jauh di atas ambang positif.

Kedua grafik memperlihatkan perubahan mencolok dibandingkan periode sebelumnya. Pada akhir 2025 hingga awal 2026, indeks Niño3 sempat berada di wilayah negatif. Namun, sejak sekitar April 2026, garis indikator bergerak naik dan terus menembus ambang positif.

Thumbnail DEN Peringatkan Ancaman El Nino hingga 2027, Prabowo Diminta Siapkan Stok Beras dan Antisipasi Kenaikan Harga Pangan
i

Baca Juga

DEN Peringatkan Ancaman El Nino hingga 2027, Prabowo Diminta Siapkan Stok Beras dan Antisipasi Kenaikan Harga Pangan

Ekonomi

Puncak El Nino Bergeser ke Januari 2027?

Pembaruan proyeksi dari Pusat Prakiraan Cuaca Eropa (ECMWF) menunjukkan puncak El Nino diperkirakan mundur satu bulan ke Januari 2027.

Dalam proyeksi tersebut, indeks El Nino diperkirakan mencapai sekitar +4,1 derajat Celsius. Pergeseran waktu puncak ini diduga berkaitan dengan dorongan angin baratan (westerly wind forcing) yang terus menggerakkan massa air hangat ke arah timur Samudra Pasifik.

Sementara itu, proyeksi CCSR/IRI Columbia University pada 19 Oktober 2026 juga menunjukkan penguatan El Nino yang luar biasa.

Dari 27 model iklim yang dianalisis, seluruhnya memprediksi El Nino sangat kuat, dengan indeks Niño3.4 mencapai setidaknya +2 derajat Celsius pada periode Oktober 2026 hingga Maret 2027.

Rata-rata gabungan model bahkan memperkirakan indeks Niño3.4 mencapai sekitar +3,5 derajat Celsius pada periode Oktober–Desember 2026 dan November 2026–Januari 2027.

Perbedaan angka proyeksi ECMWF dan IRI perlu diperhatikan karena keduanya tidak selalu menggunakan indikator, periode penghitungan, dan metode yang sama.

Sampai Kapan El Nino Berlangsung?

Pertanyaan berikutnya adalah berapa lama Indonesia harus menghadapi pengaruh El Nino tersebut.

Proyeksi CCSR/IRI Columbia University memberikan gambaran hingga Agustus 2027. Hasilnya menunjukkan El Nino berpeluang bertahan cukup lama setelah mencapai puncak pada akhir 2026 hingga awal 2027.

Berikut perkiraan peluang El Nino berdasarkan periode tiga bulanan:

Periode Peluang El Nino
Oktober–Desember 2026 100%
November 2026–Januari 2027 100%
Desember 2026–Februari 2027 100%
Januari–Maret 2027 100%
Maret–Mei 2027 100%
April–Juni 2027 92%
Mei–Juli 2027 60%
Juni–Agustus 2027 37%

Angka tersebut menunjukkan El Nino masih sangat mungkin bertahan hingga musim semi 2027 di belahan bumi utara. Namun, peluangnya mulai turun ketika memasuki pertengahan tahun.

Pada periode Juni–Agustus 2027, kondisi ENSO netral justru menjadi skenario paling mungkin dengan peluang 51%. Sementara itu, peluang El Nino turun menjadi 37%.

Artinya, fenomena El Nino diperkirakan tidak langsung berakhir setelah mencapai puncaknya pada Januari 2027. Pengaruhnya berpotensi bertahan hingga semester pertama tahun depan, kemudian berangsur melemah menuju kondisi netral sekitar pertengahan 2027.

Meski demikian, angka probabilitas tersebut merupakan proyeksi model, bukan kepastian tanggal berakhirnya El Nino.

Thumbnail BPS: Waspadai Harga Pangan Naik akibat El Nino hingga Awal 2027
i

Baca Juga

BPS: Waspadai Harga Pangan Naik akibat El Nino hingga Awal 2027

Ekonomi

El Nino Masih Kuat, Indonesia Hadapi Kemarau Panjang

Bagi Indonesia, persoalan yang perlu diperhatikan bukan hanya kapan El Nino mencapai puncak, melainkan bagaimana kondisi iklim tersebut memengaruhi musim kemarau tahun depan.

Erma memperkirakan Indonesia berpeluang besar mengalami musim kemarau 2027 ketika El Nino masih berada dalam fase kuat.

"Fix, tahun depan peluangnya tinggi kita akan mengalami musim kemarau dalam kondisi masih El Nino kuat," tulis Erma.

Ia secara khusus mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Papua. Kedua wilayah tersebut, menurut Erma, merupakan kawasan dengan titik panas terkuat selama fenomena El Nino.

Peringatan tersebut berkaitan dengan karakteristik El Nino yang dapat menekan curah hujan di Indonesia. Berkurangnya hujan dalam periode panjang dapat memperbesar risiko kekeringan, menurunkan ketersediaan air, dan meningkatkan kerentanan lahan terhadap kebakaran.

Situasi ini juga perlu diperhatikan sektor pertanian, perkebunan, pengelolaan air, dan energi karena perubahan pola hujan dapat memengaruhi kegiatan produksi serta ketersediaan sumber daya.

Erma turut menyoroti kemungkinan intensitas fenomena ini melampaui 4 derajat Celsius. Menurutnya, perkembangan tersebut berpotensi menjadikan peristiwa El Nino kali ini sebagai fenomena dengan intensitas yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Namun, Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) tidak menggunakan istilah Super El Nino sebagai klasifikasi operasional resmi. Lembaga tersebut mengategorikan El Nino berdasarkan tingkat kekuatannya, termasuk kategori sangat kuat.

Dengan proyeksi El Nino yang masih bertahan hingga semester pertama 2027, perhatian terhadap dampaknya di Indonesia tidak hanya tertuju pada awal tahun. Musim kemarau yang berlangsung ketika pengaruh El Nino masih kuat menjadi salah satu periode yang perlu diwaspadai.

Thumbnail Papua Jadi Episentrum Baru Karhutla, Ratusan Hektare Lahan Masih Terbakar
i

Baca Juga

Papua Jadi Episentrum Baru Karhutla, Ratusan Hektare Lahan Masih Terbakar

Lokal

BAGIKAN
Add preferred source on Google
Anda harus login untuk memberikan komentar.