- • Kementerian Agama menggelar Expo Kemandirian Pesantren pada 26–30 Oktober 2026 di halaman kantor Kemenag, Jakarta Pusat.
- • Sebanyak 28 stan akan menampilkan produk pesantren dari sektor pertanian, kuliner, fesyen, kerajinan, hingga jasa teknologi informasi.
- • Pengunjung dapat menyaksikan lomba hadroh, stand up santri, bincang senja, dan mengikuti kegiatan pendampingan bisnis.
INFORMASI.COM, Jakarta - Pesantren tak hanya menjadi tempat pendidikan agama. Melalui usaha di bidang pertanian, makanan dan minuman, fesyen, hingga teknologi informasi, pesantren juga berpeluang memperluas kegiatan ekonomi dan membuka lapangan kerja. Potensi tersebut akan ditampilkan dalam Expo Kemandirian Pesantren 2026 di Jakarta pada 26–30 Oktober 2026.
Kegiatan untuk memperingati Hari Santri 2026 itu akan berlangsung di halaman Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta Pusat. Sebanyak 28 stan akan memamerkan produk unggulan pesantren dengan tema “Pesantren Mandiri, Ekonomi Berdaya, Indonesia Sejahtera”.
Direktur Jenderal Pesantren Basnang Said mengatakan expo tersebut menjadi kesempatan untuk menunjukkan kontribusi pesantren di luar pendidikan keagamaan. Menurut dia, pesantren memiliki potensi untuk mengembangkan usaha produktif yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Melalui Expo Kemandirian Pesantren, kita ingin menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga mampu mengembangkan usaha produktif, membuka peluang kerja, dan berkontribusi bagi perekonomian nasional,” kata Basnang di Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Baca Juga
Apa itu Santri? Mengapa Ada Hari Santri Nasional?
Infografik
Produk yang ditampilkan mencakup berbagai sektor, mulai dari pertanian dan makanan-minuman hingga kerajinan serta layanan teknologi informasi. Ragam produk tersebut menjadi sarana bagi pesantren untuk memperkenalkan hasil usaha mereka kepada masyarakat sekaligus menjangkau calon konsumen dan mitra bisnis.
Direktur Pemberdayaan Pesantren Yusi Damayanti mengatakan expo tidak hanya berfungsi sebagai ajang pameran, tetapi juga sebagai sarana memperluas pemasaran produk pesantren. Kegiatan ini diharapkan membantu pelaku usaha pesantren membangun pasar yang lebih luas dan menjaga keberlanjutan usaha.
“Harapannya, produk unggulan pesantren semakin dikenal masyarakat, memiliki pasar yang lebih luas, dan berkembang menjadi usaha berkelanjutan,” ujar Yusi.
Ada Lomba Hadroh hingga Pendampingan Bisnis
Expo Kemandirian Pesantren 2026 juga akan menghadirkan sejumlah kegiatan di luar pameran produk. Pengunjung dapat menyaksikan Lomba Hadroh Santri dan Lomba Stand Up Santri, serta mengikuti acara Bincang Senja dan coaching bisnis.
Rangkaian kegiatan tersebut memadukan promosi produk, hiburan, dan pengembangan kapasitas usaha. Melalui pendampingan bisnis, pelaku usaha pesantren diharapkan memperoleh kesempatan untuk memperkuat pengelolaan dan mengembangkan usaha mereka.
Kemenag mengajak santri, alumni pesantren, komunitas, dan masyarakat umum mengunjungi expo selama lima hari penyelenggaraan. Pengunjung dapat mengenal sekaligus membeli produk yang dipamerkan sebagai bentuk dukungan terhadap usaha pesantren.
Melalui kegiatan ini, Kemenag mendorong masyarakat turut memperluas pasar produk pesantren. Upaya tersebut sejalan dengan tema expo yang menempatkan kemandirian pesantren dan penguatan ekonomi sebagai bagian dari kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga
Kemenag Perketat Izin Pendirian Pesantren, Ada Syarat PBG untuk Keamanan Bangunan
Nasional