- • Jumlah IPO saham pada tahun ini baru tercatat satu perusahaan.
- • IPO saham terakhir berlangsung pada 10 April 2026.
- • Saat ini Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah mengantongi 12 perusahaan dalam pipeline IPO.
INFORMASI.COM, Jakarta - Penawaran umum perdana saham alias initial public offering (IPO) saham di Bursa Efek Indonesia, masih sepi. Jelang tutup pertengahan tahun, tercatat baru satu perusahaan yang telah merealisasikan pelepasan sahamnya ke publik.
Adalah PT BSA Logistics Indonesia Tbk dengan kode saham WBSA yang berlangsung hampir empat bulan berjalan tahun ini atau tepatnya pada 10 April 2026. Sejak saat itu, BEI belum juga mencatatkan saham perusahaan baru hingga saat ini (Jumat, 12/6/2026).
Artinya, sudah hampir setengah tahun BEI baru mencatatkan satu perusahaan saja. Ini jauh berbanding terbalik dengan yang terjadi dalam empat tahun terakhir.
Baca Juga
Sebulan Lebih Tak Ada Pencatatan, Perusahaan IPO Mulai Bermunculan
Ekonomi
Berdasarkan data BEI, rata-rata ada 25 IPO saham dalam setiap semester di kurun waktu empat tahun terakhir. Rinciannya;
- •Tahun 2022 ada 20 IPO saham
- •Tahun 2023 ada 42 IPO saham
- •Tahun 2024 ada 25 IPO saham
- •Tahun 2025 ada 13 IPO saham
Menurut beberapa pelaku pasar, sepinya IPO saham dipengaruhi gejolak di pasar modal. Dalam hal ini, perusahaan-perusahaan yang akan IPO saham khawatir jika target dana yang ingin diraih tidak terserap oleh pasar.
Belum lagi jika harga sahamnya langsung anjlok dan bisa merugikan para investor.
Faktor itu bisa jadi benar mengingat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beberapa kali harus anjlok dan sempat terkena trading halt. Bahkan, secara year to date, IHSG masih turun 31,93 persen per 11 Juni 2026 dan menjadi indeks saham dengan performa terburuk secara global.
Baca Juga
IHSG Turun ke Level Terendah Setahun, Dasco dan Rosan Datangi Bursa Efek Indonesia
Ekonomi
Namun sebenarnya, kondisi itu tak sepenuhnya tepat mengingat saham WBSA yang saat pencatatan sempat terus naik dari harga perdana Rp168 hingga menyentuh level tertingginya Rp1.330 sebelum kembali turun per hari ini menjadi Rp750.
Terlepas dari kondisi-kondisi itu, kapan lagi ada pencatatan IPO saham di BEI?
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna belum lama ini mengungkapkan, pihaknya mencatat ada 12 perusahaan dalam pipeline IPO Saham.
Baca Juga
IHSG Jatuh ke Level di Bawah 6.000, Bakal Mirip Zaman Pandemi Covid 19?
Ekonomi
Dari jumlah itu, kata Nyoman, terdapat satu perusahaan di sector Consumer Non-Cyclicas yang sudah mendapatan Persetujuan Prinsip Bursa dan dua perusahaan di bidang Healthcare berpotensi besar untuk mendapatkan Persetujuan Prinsip Bursa di bulan ini juga.
"Ketiganya berencana akan dicatatkan di akhir Juni atau awal Juli 2026," ujar Nyoman.
Adapun Nyoman menambahkan, sembilan calon emiten lain statusnya masih dalam proses evaluasi dan penelaahan dokumen.