Hotspot Karhutla Nasional Melonjak 69%, Kalimantan Tengah Jadi Titik Terparah

Hotspot Karhutla Nasional Melonjak 69%, Kalimantan Tengah Jadi Titik Terparah
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, saat meninjau dan berkoordinasi terkait Karhutla di Kalteng, Senin (21/9/2026). Foto: Kemenhut

Traktir Redaksi

Suka dengan artikel ini? Dukung jurnalisme Informasi.com dengan scan QRIS di bawah melalui m-banking atau e-wallet.

QRIS Media Informasi Dunia Simpan QRIS
Ikhtisar
  • • Jumlah titik panas atau hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) di Indonesia melonjak 69% dalam sehari.
  • • Hingga Minggu (27/9/2026) pukul 21.10 WIB, tercatat 559 hotspot, naik 228 titik dari sehari sebelumnya yang mencapai 331 titik.
  • • Dengan jumlah tersebut, Kalimantan Tengah menjadi penyumbang terbesar hotspot di antara enam provinsi prioritas yang dipantau pemerintah.

INFORMASI.COM, JAKARTA — Jumlah titik panas atau hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) di Indonesia melonjak 69% dalam sehari. Berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan hingga Minggu (27/9/2026) pukul 21.10 WIB, tercatat 559 hotspot, naik 228 titik dari sehari sebelumnya yang mencapai 331 titik.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri, Ristianto Pribadi mengatakan, lonjakan paling tajam terjadi di Kalimantan Tengah. Di mana jumlah hotspot high confidence di provinsi tersebut meningkat lebih dari empat kali lipat, dari 30 menjadi 134 titik.

"Dengan jumlah tersebut, Kalimantan Tengah menjadi penyumbang terbesar hotspot di antara enam provinsi prioritas yang dipantau pemerintah," kata Ristianto Pribadi dalam keterangan resminya, Senin (28/09/2026).

Dari total 204 hotspot high confidence di enam provinsi tersebut, Ristianto bilang, 134 titik atau sekitar 66% berada di Kalimantan Tengah.

Thumbnail Prabowo Bentuk BPGMN untuk Cegah Karhutla, Kelola Gambut dan Mangrove Bareng Orang Desa
i

Baca Juga

Prabowo Bentuk BPGMN untuk Cegah Karhutla, Kelola Gambut dan Mangrove Bareng Orang Desa

Nasional

Selain Kalimantan Tengah, peningkatan juga terjadi di Kalimantan Barat dan Jambi. Sementara itu, sejumlah wilayah justru menunjukkan penurunan.

Sumatera Selatan mencatat penurunan hotspot dari 38 menjadi 29 titik, sedangkan Kalimantan Selatan turun dari 40 menjadi 25 titik. Di Riau, tidak terdeteksi hotspot high confidence, sama seperti pemantauan sehari sebelumnya.

"Adapun Kalimantan Barat mengalami kenaikan dari 2 menjadi 11 titik dan Jambi dari 1 menjadi 5 titik," imbuh Ristianto.

Ristianto menyatakan peningkatan hotspot tersebut langsung ditindaklanjuti melalui verifikasi lapangan dan penguatan operasi, terutama di Kalimantan Tengah. Patroli, ground check, pemadaman, pembasahan, mopping up, dan pendinginan dilakukan untuk mencegah api meluas maupun kembali menyala.

Namun, jumlah hotspot tidak dapat secara langsung disamakan dengan jumlah kebakaran ataupun luas area yang terbakar. Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20. Satu kejadian kebakaran dapat menghasilkan beberapa titik panas sehingga setiap indikasi tetap memerlukan verifikasi di lapangan.

Thumbnail Polda Kalteng Tetapkan 35 Orang Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan
i

Baca Juga

Polda Kalteng Tetapkan 35 Orang Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan

Nasional

61 Armada Udara Disiagakan

Pemerintah menyiagakan 61 unit armada udara untuk mendukung penanganan karhutla secara nasional. Sebanyak 17 unit digunakan untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), sementara 44 unit lainnya untuk water bombing.

Dari jumlah tersebut, 55 unit mendukung operasi di enam provinsi prioritas. Enam unit water bombing lainnya ditempatkan untuk membantu wilayah terdampak lainnya.

Operasi udara dilakukan bersamaan dengan operasi darat Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama BNPB, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, relawan, dunia usaha, dan berbagai pihak lainnya.

OMC juga dilakukan untuk membantu pembasahan wilayah rawan. BMKG mencatat pelaksanaan OMC untuk pembasahan gambut dan penanganan karhutla di Kalimantan Tengah pada 22-27 September 2026 serta di Kalimantan Selatan pada 22-26 September 2026.

Thumbnail Prabowo Bahas Karhutla di Istana, Gambut Harus Tetap Basah agar Tak Mudah Terbakar
i

Baca Juga

Prabowo Bahas Karhutla di Istana, Gambut Harus Tetap Basah agar Tak Mudah Terbakar

Nasional

Kualitas Udara Mulai Jadi Perhatian

Di tengah peningkatan hotspot, kondisi kualitas udara di sebagian besar wilayah Indonesia masih berada pada kategori baik hingga sedang berdasarkan pemantauan PM2,5. Namun, sejumlah wilayah di Kalimantan menunjukkan kondisi tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

Kondisi udara dan jarak pandang dapat berubah mengikuti konsentrasi partikulat, asap, angin, serta kondisi cuaca.

Di Pontianak, misalnya, prakiraan BMKG pada 27-28 September menunjukkan potensi udara kabur dan hujan ringan dengan jarak pandang sekitar 2 kilometer.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah provinsi prioritas, termasuk Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi.

Hujan dapat membantu pembasahan wilayah, tetapi kewaspadaan tetap diperlukan karena bara pada lahan gambut dapat bertahan di bawah permukaan.

Thumbnail Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih dalam Proses Pemadaman
i

Baca Juga

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih dalam Proses Pemadaman

Nasional

Kementerian Kehutanan mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat yang menemukan asap, titik api, atau aktivitas pembakaran diminta segera melaporkannya agar dapat ditangani sedini mungkin.

Pemerintah juga mengingatkan masyarakat di wilayah terdampak asap untuk memantau kondisi udara dan mengikuti arahan pemerintah daerah. Apabila kualitas udara memburuk, masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar.

BAGIKAN
Add preferred source on Google
Anda harus login untuk memberikan komentar.