Iran Sebut AS dan Israel sebagai Penjahat Perang

Iran Sebut AS dan Israel sebagai Penjahat Perang
Seorang wanita mengibarkan bendera Iran dalam unjuk rasa mendukung pemerintahan Iran di Teheran, Senin (12/1/2026).

Traktir Redaksi

Suka dengan artikel ini? Dukung jurnalisme Informasi.com dengan scan QRIS di bawah melalui m-banking atau e-wallet.

QRIS Media Informasi Dunia Simpan QRIS
Ikhtisar
  • • Menteri Kehakiman Iran Amin Hossein Rahimi menuding serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran sebagai kejahatan perang.
  • • Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Ali Abdollahi, mengajukan lima tuntutan untuk menjamin keamanan jangka panjang jika AS ingin berdamai.
  • • Sebelumnya, lima ledakan dilaporkan terjadi di Pulau Qeshm, kawasan strategis yang menghadap Selat Hormuz dan memiliki fasilitas radar serta peluncur rudal.

INFORMASI.COM, Jakarta - Iran melontarkan tuduhan serius terhadap Amerika Serikat (AS) dan Israel di tengah rangkaian serangan yang menghantam sejumlah wilayahnya. Teheran menyebut serangan terhadap kota-kota seperti Minab dan Lamerd bukan sekadar operasi militer, melainkan tindakan yang dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Tuduhan tersebut disampaikan Menteri Kehakiman Iran Amin Hossein Rahimi. Ia menyoroti serangan yang menewaskan warga sipil, terutama anak-anak, serta menghantam fasilitas yang seharusnya mendapatkan perlindungan berdasarkan hukum internasional.

Rahimi menegaskan bahwa hukum internasional tidak memberikan kewenangan kepada pihak yang berperang untuk menjadikan perempuan, anak-anak, dan rumah sakit sebagai sasaran serangan.

"Mereka tidak memiliki hak, berdasarkan hukum internasional, untuk menargetkan perempuan, anak-anak, atau rumah sakit," kata Rahimi, sebagaimana dikutip kantor berita Iran, IRNA, Selasa (3/11/2026) WIB.

Salah satu serangan paling mematikan dilaporkan terjadi di Minab. Sebuah serangan udara yang diduga dilancarkan pasukan AS menghantam sebuah sekolah dasar dan menewaskan lebih dari 150 orang, yang sebagian besar merupakan anak-anak.

Sementara itu, serangan di Lamerd menghantam sebuah gedung olahraga. Sedikitnya 21 orang dilaporkan tewas dalam peristiwa tersebut.

Rahimi menolak anggapan bahwa serangan terhadap lokasi-lokasi tersebut dapat dibenarkan sebagai bagian dari operasi militer.

"Serangan semacam itu bukan merupakan tindakan militer atau peperangan yang sah," ujarnya.

Tuduhan Iran tersebut menempatkan serangan terhadap fasilitas sipil sebagai salah satu persoalan utama dalam konflik dengan AS dan Israel. Dalam hukum humaniter internasional, pihak-pihak yang berperang wajib membedakan sasaran militer dan objek sipil serta melindungi warga sipil dari dampak serangan.

Thumbnail AS Serang Lagi Iran, Serangan Diam-diam Kali Ini Sasar Pulau Qeshm, Perang Besar Lagi?
i

Baca Juga

AS Serang Lagi Iran, Serangan Diam-diam Kali Ini Sasar Pulau Qeshm, Perang Besar Lagi?

Internasional

Iran Ajukan 5 Syarat Jika AS Ingin Damai

Di tengah tudingan kejahatan perang, militer Iran juga mulai mengemukakan kerangka tuntutan untuk menjamin keamanan negaranya dalam jangka panjang.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Ali Abdollahi memaparkan peta jalan yang menurutnya harus menjadi dasar terciptanya keamanan permanen bagi Iran.

Televisi pemerintah Iran, IRIB, merangkum lima poin utama yang diajukan Abdollahi. Tuntutan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penghentian serangan, tetapi juga menyentuh persoalan sanksi ekonomi, kompensasi perang, dan kendali atas jalur pelayaran strategis.

Berikut lima tuntutan Iran:

1. Menghentikan permusuhan di seluruh front

Iran menginginkan penghentian seluruh permusuhan di berbagai medan konflik, termasuk Lebanon dan Gaza.

Dengan demikian, penghentian perang yang diminta Teheran tidak hanya mencakup wilayah Iran, tetapi juga kawasan lain yang terlibat dalam konflik regional.

2. Mencabut seluruh sanksi dan mencairkan aset Iran

Iran menuntut pencabutan penuh sanksi yang dijatuhkan terhadap negaranya.

Selain itu, Teheran meminta seluruh aset Iran yang dibekukan di luar negeri dibuka kembali sehingga dapat digunakan oleh pemerintah Iran.

3. Membayar ganti rugi perang kepada Iran

Pemerintah Iran juga memasukkan kompensasi perang sebagai salah satu syarat keamanan jangka panjang.

Tuntutan ini berarti Teheran tidak hanya menginginkan penghentian serangan, tetapi juga pembayaran ganti rugi atas kerusakan dan kerugian akibat perang.

4. Mengakui kedaulatan Iran atas Selat Hormuz

Iran meminta pengakuan atas kedaulatannya di Selat Hormuz, jalur pelayaran yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman.

Selat ini memiliki posisi strategis dalam perdagangan energi dunia karena menjadi salah satu jalur utama pengiriman minyak dan gas melalui laut.

5. Memberikan jaminan tidak ada agresi pada masa depan

Iran menginginkan jaminan bahwa serangan terhadap negaranya tidak akan terulang.

Teheran juga meminta pembentukan kerangka keamanan regional di Asia Barat agar negara-negara di kawasan memiliki mekanisme untuk menjaga stabilitas dan mencegah konflik berikutnya.

Thumbnail Lima Ledakan Guncang Pulau Qeshm Iran, Diduga Serangan AS
i

Baca Juga

Lima Ledakan Guncang Pulau Qeshm Iran, Diduga Serangan AS

Internasional

AS Serang Pulau Qeshm

Ketika Iran menyampaikan tuntutan keamanan tersebut, laporan mengenai ledakan baru muncul dari Pulau Qeshm.

Sedikitnya lima ledakan dilaporkan terjadi di pulau terbesar di kawasan Teluk Persia tersebut. Qeshm bukan wilayah biasa karena posisinya berada tepat di dekat Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia.

Pulau Qeshm juga memiliki sejumlah fasilitas penting, termasuk sistem radar, peluncur rudal, dan instalasi militer lainnya.

Dalam beberapa putaran konflik sebelumnya, pulau tersebut beberapa kali menjadi sasaran serangan karena nilai strategisnya.

Media AS melaporkan bahwa serangan terbaru di Qeshm menyasar sejumlah fasilitas radar dan peluncur rudal. Namun, informasi mengenai sasaran tersebut belum disertai konfirmasi resmi dari kedua negara.

Hal yang menarik perhatian adalah perbedaan antara laporan mengenai ledakan dan pernyataan resmi pemerintah. Meskipun sejumlah sumber mengonfirmasi adanya serangan, baik Iran maupun AS belum secara terbuka mengakui telah melancarkan ataupun mengalami serangan di Pulau Qeshm.

Ketiadaan konfirmasi resmi itu membuat informasi mengenai pihak yang bertanggung jawab atas lima ledakan tersebut, termasuk tingkat kerusakan fasilitas militer di pulau itu, masih belum dapat dipastikan.

Thumbnail Harga Minyak Naik ke Level 105 Dolar per Barel usai AS Serang Pulau Qeshm Iran
i

Baca Juga

Harga Minyak Naik ke Level 105 Dolar per Barel usai AS Serang Pulau Qeshm Iran

Ekonomi

BAGIKAN
Add preferred source on Google
Anda harus login untuk memberikan komentar.