- • THR ASN di Kabupaten Kepulauan Anambas dipastikan tetap dibayar, namun berpotensi cair setelah Idulfitri.
- • ASN dan PPPK di Kabupaten Lingga belum menerima THR hingga H-4 Lebaran dan mulai mengeluhkan kondisi keuangan.
- • Kota Tasikmalaya mencairkan THR secara bertahap karena keterbatasan kas, sementara Bengkulu mulai menyalurkan penuh.
INFORMASI.COM, Jakarta - Pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi aparatur sipil negara (ASN) di berbagai daerah menjelang Idulfitri 1447 Hijriah menunjukkan kondisi yang tidak seragam. Sejumlah daerah mengalami keterlambatan akibat keterbatasan kas, sementara daerah lain mulai menyalurkan secara bertahap.
Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, memastikan THR tetap akan dibayarkan kepada ASN, meskipun pencairannya diperkirakan dilakukan setelah Lebaran.
“Pasti dibayar karena kewajiban kita. Yang jelas ada duit kita bayar,” kata Aneng di Kantor DPRD Kepulauan Anambas, Senin (16/3/2026).
Ia menjelaskan keterlambatan terjadi karena pemerintah daerah masih menunggu dana transfer dari pemerintah pusat.
“Kami mohon ASN bersabar. Pemerintah daerah tetap berupaya agar THR ini bisa segera disalurkan setelah dananya tersedia,” ujarnya.
Pemkab Kepulauan Anambas telah lebih dulu menyalurkan gaji pokok dan tambahan penghasilan pegawai (TPP). Sejumlah ASN menyatakan telah mengantisipasi kondisi tersebut.
“Jauh-jauh hari sudah dapat info kalau THR belum bisa disalurkan. Makanya kami menabung untuk bisa lebaran dan mudik, jadi tak bergantung juga dengan THR,” kata seorang ASN di Anambas.
Baca Juga
Realisasi THR ASN 2026 Baru 66,4 Persen, Pusat Hampir Tuntas, Daerah Masih Tertinggal
Nasional
Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di Kabupaten Lingga. Hingga H-4 Lebaran, ASN dan PPPK di daerah tersebut belum menerima THR maupun gaji ke-14.
Seorang ASN mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan keluarga menjelang hari raya.
“Jujur saya sangat sedih dengan kondisi saat ini. Anak sudah bertanya kapan beli baju Lebaran, istri juga bertanya kapan mau buat kue. Saya hanya bisa terdiam karena uang yang bakal digunakan untuk belanja Lebaran belum dibayar,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kondisi keuangan semakin tertekan karena gaji telah terpotong cicilan, sementara TPP belum dibayarkan penuh.
“Saya hanya staf biasa yang berharap dari gaji, TPP dan THR untuk kebutuhan hidup sehari-hari dan persiapan Lebaran. Gaji sudah dipotong utang bank, TPP belum dibayar semua, THR pun sampai sekarang belum juga dibayar,” ungkapnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga Armia menyatakan keterlambatan terjadi karena dana transfer pusat belum masuk.
“Uangnya belum masuk, jadi belum bisa dilakukan pembayaran,” ujarnya.
Baca Juga
Walikota Tasikmalaya Digeruduk, THR ASN Belum Cair, Baru Cair setelah Idulfitri atau April 2026?
Nasional
Di Kota Tasikmalaya, pemerintah daerah mengambil langkah berbeda dengan mencairkan THR secara bertahap. Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Asep Goparullah menjelaskan kondisi kas daerah belum mencukupi untuk pembayaran penuh.
Pemerintah daerah mencatat kebutuhan anggaran THR mencapai sekitar Rp40 miliar, sementara dana yang tersedia baru sekitar Rp24 miliar. Selain itu, dana transfer dari pusat pada bulan berjalan hanya sekitar Rp400 juta.
Dalam skema tersebut, ASN menerima sekitar 50 persen dari komponen TPP. Pemkot Tasikmalaya memprioritaskan pencairan tahap awal bagi tenaga kependidikan dan PPPK.
Pembayaran kelompok tersebut dijadwalkan pada 16 Maret 2026 dengan nilai sekitar Rp17 miliar atau setara satu kali gaji. Sementara itu, tenaga harian lepas (THL) dan PNS di luar tenaga kependidikan dijadwalkan menerima THR pada April 2026, menyesuaikan kondisi keuangan daerah.
Baca Juga
Purbaya: THR ASN TNI Polri Cair Awal Ramadan, Pemerintah Siapkan Rp55 Triliun
Ekonomi
Berbeda dengan daerah yang masih terkendala, Pemerintah Provinsi Bengkulu mulai mencairkan THR bagi ASN dan PPPK. Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni memastikan proses pembayaran berjalan dan ditargetkan selesai sebelum Lebaran.
“Kita pastikan sebelum lebaran mendatang, THR sudah masuk ke rekening masing-masing penerima,” ungkap Herwan.
Ia menyebut pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp56 miliar untuk kebutuhan tersebut.
"Untuk pembayaran THR Idul Fitri 1447 Hijriah, kita telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 56 miliar," ujarnya.
Pemprov Bengkulu menargetkan penyaluran kepada sekitar 10.500 ASN, sementara PPPK akan menerima THR sebesar Rp500 ribu sesuai ketentuan yang berlaku.