Apa itu Kalender Hijriah Global Tunggal Milik Muhammadiyah? Kenapa Hilal di Negara Lain Bisa Dijadikan Patokan?

Apa itu Kalender Hijriah Global Tunggal Milik Muhammadiyah? Kenapa Hilal di Negara Lain Bisa Dijadikan Patokan?
Acara peluncuran Kalender Hijriah Global Tunggal yang digelar PP Muhammadiyah pada 25 Juni 2025 di Yogyakarta. Foto: Muhammadiyah
Ikhtisar
  • Muhammadiyah meluncurkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) pada 25 Juni 2025 di Yogyakarta sebagai bagian dari agenda penyatuan kalender Islam internasional.
  • KHGT menggunakan prinsip satu hari satu tanggal secara global dengan metode hisab dan konsep kesatuan matlak.
  • Kalender ini merupakan kelanjutan dari diskursus ilmiah dan keputusan organisasi yang telah berjalan selama lebih dari satu dekade.

INFORMASI.COM, Jakarta - Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada 18 Februari 2026. Penetapan itu didasarkan pada metode hisab baru dalam Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Muhammadiyah mengakui bahwa hilal Ramadan 1447 H masih di bawah ufuk saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia. Karena itu, hilal berpotensi tidak bisa dilihat di negara ini pada 17 Februari 2026 saat matahari terbenam.

Namun, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 18 Februari dengan alasan sudah terlihatnya hilal di bagian Bumi lain pada tanggal tersebut. Menurut catatan Muhammadiyah, ketinggian anak bulan bakal 5 derajat dan elongasi 8 derajat di Alaska, Amerika Serikat, sehingga meskipun lebih telat 10-12 jam dari Indonesia, tanggal 18 Februari sudah masuk 1 Ramadan. 

Metode itu ada dalam mekanisme perhitungan dan standar Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

KHGT merupakan sistem penanggalan Islam global yang dirancang Muhammadiyah untuk menyatukan tanggal Hijriah di seluruh dunia.

Peluncuran KHGT berlangsung di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Yogyakarta, pada Rabu, 25 Juni 2025.

Muhammadiyah mengatakan, Kalender Hijriah Global Tunggal merupakan pengembangan terbaru dari upaya umat Islam dunia untuk memiliki sistem kalender bersama. Prinsip utama kalender ini adalah “satu hari satu tanggal”, yaitu pergantian tanggal Hijriah terjadi serentak di seluruh permukaan bumi.

Thumbnail Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah pada 18 Februari 2026, Idul Fitri 20 Maret
i

Baca Juga

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah pada 18 Februari 2026, Idul Fitri 20 Maret

Nasional

Latar Belakang Penyatuan Kalender Islam

Dalam tradisi Islam, kalender terbagi menjadi kalender hijriah dan non-hijriah. Kalender hijriah memulai perhitungan tahun sejak hijrah Nabi Muhammad ke Madinah. Kalender jenis ini digunakan secara luas di dunia Islam, termasuk dalam sistem KHGT.

Kalender non-hijriah pernah diterapkan di Libya pada masa pemerintahan Muammar Qadafi. Kalender tersebut memulai perhitungan tahun sejak wafat Nabi Muhammad dan menggunakan kaidah ijtimak sebelum fajar sebagai penentu awal bulan.

Pada 2009, ISESCO menyelenggarakan Temu Pakar II Pengkajian Kalender Islam di Rabat. Kalender Libya termasuk salah satu konsep yang diuji untuk kemungkinan penerapan kalender Islam global, tetapi tidak memenuhi kriteria yang disepakati forum tersebut.

Gagasan kalender global muncul dari kebutuhan umat Islam terhadap sistem waktu yang seragam. Upaya memunculkan KHGT, bagi Muhammadiyah, tidak terlepas dari dalil Al-Anbiya' ayat 92:

"Sesungguhnya ini (agama tauhid) adalah agamamu, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu. Maka, sembahlah Aku."

Selain itu, Muhammadiyah juga Al-Mu'minun ayat 52:

"Dan sungguh, (agama tauhid) inilah agama kamu, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu. Maka bertakwalah kepada-Ku."

Prinsip tersebut dipahami sebagai dasar pentingnya sistem manajemen waktu yang sama bagi umat Islam, begitu menurut pandangan Muhammadiyah.

Thumbnail Kemungkinan 1 Ramadan di Arab Saudi pada 19 Februari, Pengamatan Hilal Digelar 17 Februari
i

Baca Juga

Kemungkinan 1 Ramadan di Arab Saudi pada 19 Februari, Pengamatan Hilal Digelar 17 Februari

Internasional

Keputusan Muhammadiyah dan Pengembangan KHGT

Muhammadiyah memutuskan pentingnya penyatuan kalender Hijriah internasional dalam Muktamar ke-47 tahun 2015 di Makassar. Keputusan tersebut kemudian ditegaskan kembali dalam Risalah Islam Berkemajuan sebagai bagian dari peran internasional organisasi dalam pembaruan sistem waktu Islam.

Melalui Majelis Tarjih dan Tajdid, Muhammadiyah menyiapkan kalender KHGT untuk 100 tahun Hijriah ke depan, yaitu periode 1444 hingga 1543 Hijriah atau 2022–2119 Masehi.

Parameter KHGT mengadopsi kesepakatan Kongres Internasional Penyatuan Kalender Hijriah yang berlangsung di Istanbul, Turki, pada 28–30 Mei 2016. Forum tersebut dihadiri ulama syariah dan astronom dari hampir 60 negara.

Parameter itu mencakup kesatuan matlak seluruh bumi, kriteria imkan rukyat dengan tinggi bulan minimal 5 derajat dan elongasi 8 derajat sebelum pukul 00.00 UTC, serta ketentuan tambahan apabila syarat tersebut terpenuhi di wilayah tertentu di bumi.

Majelis Tarjih dan Tajdid menilai parameter hasil kongres internasional tersebut memiliki legitimasi global karena merupakan kesepakatan lintas negara.

Thumbnail Muhammadiyah Minta RI Tunda Jadi Anggota Tetap BOP, Iuran 1 Miliar Dolar Bebani APBN
i

Baca Juga

Muhammadiyah Minta RI Tunda Jadi Anggota Tetap BOP, Iuran 1 Miliar Dolar Bebani APBN

Internasional

Pendekatan Global Dinilai Lebih Efektif

Dalam diskursus penyatuan kalender Islam, terdapat pandangan yang mengusulkan penyatuan dimulai dari tingkat nasional terlebih dahulu sebelum menuju global. Namun pendekatan bertahap dinilai berpotensi menimbulkan kesulitan ketika sistem yang sudah mapan harus diubah kembali.

Pendekatan kalender global dianggap lebih logis karena memungkinkan persatuan nasional sekaligus membuka peluang adopsi internasional. Dengan menerima kalender global, masyarakat Muslim di suatu negara dapat bersatu secara internal dan pada saat yang sama memiliki peluang mengajak komunitas Muslim dunia mengikuti sistem yang sama.

Muhammadiyah telah menetapkan penerapan kalender global melalui Muktamar ke-47 dan ke-48, disertai upaya sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang konsep kalender Hijriah global.

Sebagai contoh: 

Sebagai ilustrasi proyeksi kalender global tersebut, tanggal 1 Syawal 1548 Hijriah pada tahun 2124 Masehi akan jatuh pada Jumat, 17 Maret 2124, di seluruh kawasan dunia apabila menggunakan KHGT, baik di Sidney, Ohio (Amerika Serikat), maupun di Sydney, Australia.

Jika menggunakan kalender lokal seperti yang selama ini dipakai di berbagai negara, tanggal tersebut dapat berbeda. Di Australia dan dalam takwim Kementerian Agama Indonesia, misalnya, awal Syawal diperkirakan jatuh satu hari lebih lambat karena parameter bulan baru pada 16 Maret 2124 belum terpenuhi.

Sementara itu, kalender Ummul Qura dan kalender Wujudul Hilal Muhammadiyah memproyeksikan tanggal yang sama dengan KHGT, meskipun penetapan resmi Idul Fitri di Arab Saudi tetap bergantung pada rukyat yang dilakukan pada waktu itu.

Thumbnail Observatorium Bosscha ITB: Hilal Tidak Mungkin Terlihat 17 Februari, Awal Ramadan Berpotensi 19 Februari
i

Baca Juga

Observatorium Bosscha ITB: Hilal Tidak Mungkin Terlihat 17 Februari, Awal Ramadan Berpotensi 19 Februari

Nasional

Peluncuran KHGT dan Dukungan Teknologi

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyatakan peluncuran KHGT merupakan kontribusi Muhammadiyah bagi persatuan umat Islam dan kemajuan peradaban global.

Ini adalah hari bersejarah. Muhammadiyah menghadirkan KHGT sebagai wujud Islam yang kosmopolitan, universal, dan rahmatan lil ‘alamin. KHGT adalah keniscayaan untuk mewujudkan persatuan dunia Islam.

— Haedar Nashir, dalam acara peluncuran KHGT, 25 Juni 2025.

Menurutnya, KHGT menggunakan metode hisab berbasis astronomi modern sehingga kalender dapat disusun jauh hari sebelumnya. Sistem ini juga menerapkan kesatuan matlak yang memandang seluruh bumi sebagai satu zona waktu kalender Islam.

Sudah terlalu lama umat Islam terpecah hanya karena perbedaan kalender. KHGT adalah tanggung jawab sejarah kita untuk membayar utang peradaban yang terlalu lama tertunda.

— Ketum PP Muhammadiyah menyatakan.

Untuk mendukung implementasi KHGT, Muhammadiyah mengembangkan tiga perangkat lunak berbasis ilmu falak modern, yaitu aplikasi komputer Hisab Muhammadiyah, aplikasi web KHGT, dan aplikasi mobile MASA untuk Android.

Ketiga aplikasi tersebut tersedia dalam bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris, serta dilengkapi peta interaktif yang menampilkan parameter KHGT secara akurat.

Kalau perlu, lupakan nama Muhammadiyah. Yang penting kita bersatu untuk satu hari dan satu tanggal yang sama di seluruh dunia Islam.

— Haedar Nashir menerangkan.

Thumbnail Turki, Oman, Singapura, Australia Tetapkan Puasa Ramadan Mulai 19 Februari, Bagaimana Negara Lain?
i

Baca Juga

Turki, Oman, Singapura, Australia Tetapkan Puasa Ramadan Mulai 19 Februari, Bagaimana Negara Lain?

Internasional

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.